PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Ada 1 juta lebih rumah tangga yang belum terima akses listrik

Sejumlah pekerja melakukan perbaikan dan pergantian kabel jaringan listrik di Desa Blang Jambe, Julok, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (8/12/2018).
Sejumlah pekerja melakukan perbaikan dan pergantian kabel jaringan listrik di Desa Blang Jambe, Julok, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (8/12/2018). | Syifa Yulinnas /Antara Foto

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan masih ada 1,8 juta Rumah Tangga (RT) yang belum teraliri listrik hingga tahun lalu.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan dari 1,8 juta RT yang belum teraliri listrik, hanya sekitar 1,62 juta RT yang mungkin akan dialiri listrik dari sistem pembangkit PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dari data yang dimiliki Kementerian ESDM, wilayah yang paling banyak belum berlistrik adalah Jawa Timur sebanyak 238.687 rumah tangga. Jumlah di Jatim tersebut lebih banyak dibandingkan Papua (7.670 rumah tangga) dan Papua Barat (3.135 rumah tangga).

Ia mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi oleh pemerintah untuk menerangi daerah tersebut. Mulai dari akses infrastruktur hingga kemampuan daya beli masyarakat daerah tersebut.

"Alasan banyak, salah satunya adalah tentu saja karena medan atau kondisi alam di daerah itu. Contohnya, kayak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak hanya berbukit tapi juga berbatu sehingga susah bahkan untuk pasang tiang (listrik)," ungkap Rida dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu (10/3/2019).

Selain itu, untuk mengaliri listrik ke pelosok juga membutuhkan biaya lebih tinggi terutama untuk menggali perbukitan yang berbatu.

Kendala lainnya berasal dari masyarakat itu sendiri. Mereka tidak mampu secara ekonomi untuk memasang sambungan listrik, padahal tersedia di daerahnya. Ini yang menjadi kekhawatiran dan fokus pemerintah untuk memberikan bantuan.

Pemerintah berupaya agar akhir tahun ini rasio elektrifikasi bisa menyentuh angka 99,9 persen. Ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target tersebut.

Pertama, pemerintah bekerja sama dengan PLN untuk menghubungkan jaringan dan pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Dia mengatakan, LTSHE dipakai karena beberapa daerah belum ada infrastrukturnya, atau tiang listrik milik PT PLN dan akses jalan yang belum memadai.

Ia berharap dengan LTSHE setidaknya fasilitas listrik untuk masyarakat bisa terpenuhi terlebih dahulu.

"Untuk LTSHE capaiannya di 2017 sudah terpasang bagi 79.556 KK (lima provinsi), dan 2018 ini ada tambahan 172.996 KK (16 provinsi). Target di 2019 nanti akan ada lagi sekitar 100.000 unit LTSHE yang akan dibagikan bagi masyarakat belum berlistrik di 22 provinsi," ujar Rida.

Penerangan jalan bertenaga surya

Kementerian ESDM juga menargetkan dapat menerangi jalan sepanjang 1.000 kilometer pada 2019. Untuk itu, ditargetkan pula pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di 21.000 titik baru.

PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya dan terintegrasi dengan baterai. Lampu PJU-TS ini dinilai cocok untuk digunakan di jalanan daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik, terutama daerah terpencil.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dalam kurun tiga tahun terakhir (2016-2018) telah membangun PJU-TS di 30.000 titik untuk menerangi jalan sepanjang 1.500 km pada 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang dibiayai oleh APBN Kementerian ESDM.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Sutijastoto mengatakan, pembangunan PJU-TS ini dalam rangka memberikan akses energi dan mendorong pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Selain itu, penerangan dari PJU-TS ini juga akan menambah perekonomian kota menjadi lebih bergairah.

"Semaksimal mungkin kita upayakan (PJU-TS) untuk menerangi listrik di jalan raya. Penerangan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk kesejahteraan. Oleh karena itu kita bantu, meski kecil tapi penerangannya cukup bagus," ujarnya dalam laman Kementerian ESDM.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR