TRANSPORTASI MASSAL

Adab dan tarif sementara MRT Jakarta

| Sandy Nurdiansyah / Beritagar.id

Ada dua hal menarik dalam soal MRT Jakarta. Pertama: soal tarif. Kedua; ihwal adab.

Meski sudah diresmikan hari ini (24/3/2019) oleh Presiden Joko Widodo, soal tarif belum pasti. Sementara masih Rp15.000 untuk rute Lebakbulus, Jakarta Selatan, ke Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, sejauh 15,7 kilometer. Tarif yang setara untuk rute sebaliknya dan sama-sama melewati 13 stasiun.

Lalu sampai sehari sebelum peresmian, selama uji coba gratis, perilaku sebagian penumpang masih tertib. Ada rombongan bersila sambil piknik (makan bekal dari rumah) di lantai stasiun.

Ada pula penumpang menjadikan pegangan tangan dalam gerbong untuk menggandul dengan kaki terangkat. Lalu penumpang naik dan turun tak saling memberi jalan.

Gambar-gambar perilaku mereka tersiar di Twitter. Bahkan tampak seorang pria, penumpang dewasa, tetap duduk dan membiarkan seorang ayah berdiri sambil menggendong putranya.

Masih ada lagi. Sepasang pria dan perempuan bergantian duduk dengan menyita ruang, kedua belah paha melebar sehingga membuat sesak bangku. Hal seperti itu adalah pemandangan biasa dalam kereta api CommuterLine dan bus Transjakarta.

Perihal tarif, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum bersedia mengumumkan selain bilang harga sudah dia kantongi.

"Tarifnya bukan flat, jadi ada yang dibawah Rp 10 ribu dan ada yang diatas itu, tergantung anda dari mana dan mau kemana," ujar Anies hari ini. Lalu dia mengingatkan, "Tapi nanti rata-rata per kilometernya sekira Rp 1.000." (→ TribunJakarta.com)

Sedangkan Jokowi saat meresmikan berpesan, "Ini adalah sebuah budaya baru karena merupakan yang pertama di Indonesia. Apa yang ingin saya titip? Pertama, jangan buang sampah di MRT dan stasiun MRT kita. Jaga agar MRT dan stasiun yang kita miliki tidak kotor. Sanggup?" (→ detikcom)

Catatan Redaksi: Infografik dibuat pada Kamis 21 Maret 2019

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR