Adu kicauan tentang Ahok, kulit kabel, dan dugaan sabotase

Pekerja membersihkan kulit kabel listrik yang menutup saluran air di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (29/2).
Pekerja membersihkan kulit kabel listrik yang menutup saluran air di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (29/2). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Sepekan terakhir, kulit kabel jadi benda yang disorot publik media sosial, dan pemberitaan media daring. Pasalnya, benda itu ditemukan menumpuk dalam gorong-gorong di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Keberadaannya disebut bisa memicu genangan air hingga banjir. Lokasi penemuannya pun terbilang penting, sebab hanya berjarak 600 meter dari Balai Kota --tempat Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok) berkantor. Distansinya juga hanya sekitar 1,4 kilometer dari Istana Negara.

Merespons temuan itu, Petugas Penanganan Prasarana Sarana Umum (PPSU), dan Satgas Tata Air Jakarta Pusat bergerak guna mengangkat tumpukan kulit kabel itu. Merujuk laporan Liputan6.com, Kamis (3/3/2016), jumlah kulit kabel yang diangkat telah mencapai 16 truk.

Ahok dalam sejumlah pemberitaan media turut mempertanyakan asal tumpukan kulit kabel itu.

"Kalian lihat ini, ya. Ini adalah bekas bungkus kabel yang dimasukkan ke dalam got. Soal ini perbuatan siapa, kami belum bisa ngomong," ujar Ahok, sembari menunjukkan foto tumpukan kabel itu kepada wartawan, seperti dikutip Tempo.co (26/2). Laporan Tempo.co juga menyebut Ahok curiga ada sabotase, di balik temuan itu.

Artikel Liputan6.com (26/2), juga menunjukkan nada serupa dari Ahok. "Ada orang main isu sama saya, Istana tenggelam. Istana mana mungkin tenggelem. Saya curiga kenapa orang ngomong Istana tenggelam, Istana tergenang," kata dia.

Di media sosial pun demikian. Laman Facebook, Teman Ahok membagikan sebuah video upaya pembersihan kulit kabel ini, dan menyinggung soal dugaan sabotase.

"Ahok tidak asal bicara, saat dia mengaitkan kejadian genangan dengan sabotase. Video ini menunjukkan di lapangan ada bertruk-truk kulit kabel dibuang yang menyumbat saluran air," tulis Teman Ahok.

Suara yang sama juga terdengar dari sejumlah akun lain. Lebih kurang, dugaan sabotase itu merujuk pada perbuatan yang disengaja, untuk membuat genangan atau banjir, yang selanjutnya berdampak pada citra Ahok.

Berikut video, dan sejumlah pernyataan seputar dugaan sabotase, yang dibagikan beberapa akun berpengaruh.

Di sisi lain, ada pula netizen yang menganggap dugaan sabotase itu berlebihan. Mereka bahkan menuding dugaan sabotase itu sengaja ditiupkan guna menutupi ketidakmampuan Pemrov DKI Jakarta mengatasi masalah banjir.

Hal itu, antara lain terlihat lewat mencuatnya tagar #AhokGubernurKulitKabel, dalam tren Twitter Indonesia, Kamis (3/3). Tagar tersebut dimaksudkan sebagai sindiran kepada Ahok.

Beberapa di antara pekicaunya adalah mereka yang kerap berseberangan dengan Ahok dan pendukungnya di linimasa Twitter. Misalnya @Jonru, dan sejumlah akun yang mengusung nama Jempol Rakyat. Kelompok yang disebut terakhir, dikenal sebagai pendukung Yulian Paonganan --tersangka kasus foto Presiden Joko Widodo dan Nikita Mirzani.

Perkembangan penyelidikan

Adapun kasus tumpukan kulit kabel ini tengah diselidiki pihak kepolisian. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian, mengaku pihaknya telah membentuk tim khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditrekrimsus) guna menyelidiki kasus ini

Tito menjelaskan bahwa benda serupa pernah ditemukan di sekitar lokasi yang sama, pada tahun 2014. Saat itu ada proyek galian di sekitar lokasi. Ihwal temuan itu bisa dilihat di artikel lawas BeritaJakarta.com (26 Maret 2014).

"Pernah tahun 2014 ada yang melakukan pembangunan di sana, kemudian kelupasan kulit kabel ini tidak terangkat. Kalau enggak terangkat kenapa? Kita akan cek kontraktor-kontraktornya," ujar Tito, dikutip BeritaJakarta.com, Rabu (2/3).

Tito mengaku pihaknya tengah mendalami apakah kulit kabel yang ditemukan saat ini merupakan barang baru, atau sisa aktivitas yang lampau. "Intinya kita harus jawab, ini barang baru atau barang lama. Kalau barang lama kenapa tidak terangkat, kalau barang baru apa maksudnya," kata Tito.

Di sisi lain, guna mendukung proses penyelidikan ini, Ahok berharap adanya bukti rekaman CCTV (Closed Circuit Television). Namun, hingga saat ini rekaman itu belum tersedia.

Soal itu, Ahok telah menegur Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, yang disebutnya belum memberikan rekaman CCTV. "Kami enggak ada rekaman CCTV, makanya saya marahin Kominfo. Kalian ini maunya apa?" kata Ahok, di Balai Kota, seperti dikutip Tempo.co (1/3).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR