Ahok minta maaf kepada umat muslim, apa kata netizen?

Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) dan Djarot Syaiful Hidayat (kanan) berbincang dengan wartawan usai menjalani tes bebas narkoba di kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Minggu (25/9).
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) dan Djarot Syaiful Hidayat (kanan) berbincang dengan wartawan usai menjalani tes bebas narkoba di kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Minggu (25/9). | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meminta maaf kepada umat Islam, atas tutur katanya yang dianggap melecehkan kitab suci. Pernyataan itu disampaikan Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/10).

"Kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam," kata Ahok, dikutip Kompas.com.

Ahok menegaskan bahwa pernyataannya soal penggunaan surat Al Maidah ayat 51, sama sekali tak berniat menistakan agama. Pun tak bertendensi anti-Islam.

Sebagai bukti bahwa dirinya tak anti-Islam, Ahok menyinggung program-program Pemprov DKI untuk pengembangan Islam.

"Bisa dilihat--bukan untuk riya--sekolah Islam kami bantu izin, sudah berapa kita bantu izin. Untuk madrasah, juga bantuan masjid. Bisa dilihat tindak-tanduk saya, apakah musuhin Islam atau melecehkan Alquran?" kata dia, dilansir Antara News.

Ahok juga meminta agar polemik mengenai tutur katanya--yang dipandang melecehkan kitab suci--tidak diperpanjang.

Tutur kata Ahok yang menuai kontroversi itu disampaikan di Kepulauan Seribu, sekitar dua pekan silam (27/9).

Kala itu, Ahok mengkritik penggunaan surat Al Maidah ayat 51, dalam suasana menjelang Pemilihan Gubernur DKI 2017. Beberapa waktu terakhir, ayat itu memang kerap jadi dalih guna menggiring warga muslim untuk tidak memilih Ahok dalam Pilgub.

"Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu enggak pilih saya. Dibohongin pakai surat Al Maidah ayat 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu," bunyi perkataan nan kotroversial itu.

Sehubungan perkataan itu, kepolisian--Mabes Polri dan Polda Metro Jaya--sudah menerima tiga laporan yang menyasar Ahok.

Antara lain, laporan dari Novel Chaidir Hasan, yang diterima Bareskrim Polri. Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) itu melaporkan Ahok atas dugaan "menyatakan permusuhan, kebencian, atau penghinaan" terhadap agama.

Keberatan Novel itu merujuk Pasal 156 a KUHP Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Bermacam respons netizen

Menyusul permohonan maaf Ahok, jagat media sosial juga turut memberikan sambutan.

Salah satu kicauan nan menonjol datang dari Pandji Pragiwaksono, komedian sekaligus juru bicara tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno--rival Ahok dalam Pilgub DKI 2017.

Lebih kurang, melalui Twitter, Pandji mengatakan pihaknya menerima permintaan maaf Ahok, dan meminta agar warga DKI beranjak maju dari kasus ini--menyudahi polemik.

Sementara itu, sejumlah pendukung setia Ahok terlihat ikut mengapresiasi permintaan maaf Ahok kepada umat muslim.

Meski demikian, beberapa dari mereka tetap berkukuh bahwa Ahok tidak salah ketika mengomentari penggunaan surat Al Maidah.

"Gua masih yakin Ahok sebenarnya enggak salah, tapi kerendah hatiannya mau minta maaf itu luar biasa. Di mana lagi lu nemu orang kek gini," tulis @hariadhi, akun berpengaruh (influencer) pendukung Ahok, yang punya sekitar 22 ribu pengikut.

Di sisi lain, hadir pula suara sumbang dari sejumlah akun lainnya.

Mereka tetap memperkarakan perkataan Ahok. Sejumlah akun menyebut bahwa permintaan maaf Ahok bisa diterima, tapi proses hukum harus tetap ditegakkan. Kicauan macam itu, misalnya datang dari akun @Hafidz_Ary (74 ribu pengikut).

Sekadar informasi, Minggu (9/10), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ma'ruf Amin sempat mengingatkan bahwa suasana menjelang pilgub ini, bisa dimanfaatkan provokator untuk merusak keadaan damai.

Dia pun meminta setiap pihak bersama-sama menjaga kondisi kondusif di ibu kota.

"Kondisi Jakarta harus dijaga supaya tetap kondusif, artinya tidak ada konflik-konflik di lapangan. Masalah isu negatif kita salurkan dan proses melalui jalur hukum," kata Maruf, dikutip Antara News.

Ma'ruf Amin juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan fatwa soal pernyataan Ahok. Paling banter, MUI Pusat hanya akan memberikan pendapat kepada kepolisian sebagai pertimbangan dalam penanganan kasus ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR