PILPRES 2019

Ajakan membangkang terhadap presiden pemenang pilpres

Prabowo menolak hasil Pilpres 2019. Arief Poyuono ajak pendukung tak akui pemerintah lalu membangkang: tak usah bayar pajak.
Prabowo menolak hasil Pilpres 2019. Arief Poyuono ajak pendukung tak akui pemerintah lalu membangkang: tak usah bayar pajak. | Salni Setyadi /Beritagar.id

ARAH | Pemilu 2019 belum selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru mengumumkan hasil 22 Mei nanti. Capres Prabowo Subianto pekan ini (14/5/2019) di Jakarta sudah memperkokoh kuda-kuda: "Saya akan menolak hasil penghitungan yang curang."

Hari berikutnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengajak pendukung Prabowo - Sandiaga Uno untuk tidak mengakui pemerintahan yang dihasilkan Pilpres 2019.

  • Untuk mendelegitimasi pemerintah, Arief mengajak pendukung Prabowo tidak membayar pajak.
  • Hasil sementara perolehan suara masing-masing pasangan capres sampai kini adalah 56,22 persen untuk Jokowi-Maruf dan 43,78 persen untuk Prabowo-Sandi.
  • Adapun hasil sementara untuk DPR, Gerindra hinggap di peringkat tiga, meraih 11,6 persen suara — setelah PDIP (20,19 persen) dan Golkar (13,08 persen).
  • Di sejumlah provinsi Gerindra unggul. Misalnya di Jawa Barat: Gerindra menjadi teratas dalam DPRD (18,39 persen), disusul PDIP (15,47 persen) dan PKS (13,82 persen).
  • Belum ada penentangan oleh Gerindra terhadap hasil sementara pileg seperti terhadap pilpres, terutama di wilayah mereka unggul.
  • Namun anggota Dewan Pengarah Partai Gerindra Mohamad Syafi'i bilang, "Kalau di pileg itu saya kira ada kecurangan tapi bukan pemilu curang. Tapi kalau untuk pilpres itu memang pemilu curang."

Orang iseng bin usil lagi naif tapi tulus dan lempeng boleh bertanya: misalkan kubu 01 curang, tapi hasil aneka perhitungan sejak hari pencoblosan menunjukkan 02 menang, apakah kecurangan lawan juga akan mereka persoalkan?

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR