TATA KOTA

Alasan pembongkaran waring di Kali Sentiong

Sejumlah waring yang menutupi Kali Item atau Kali Sentiong di Jakarta Utara dibongkar karena akan dilakukan pemasangan turap, Kamis (15/11/2018).
Sejumlah waring yang menutupi Kali Item atau Kali Sentiong di Jakarta Utara dibongkar karena akan dilakukan pemasangan turap, Kamis (15/11/2018). | Indrianto Eko /Antara Foto

Waring atau jaring hitam yang dipasang menutupi aliran Kali Sentiong di Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya dilepas. Jaring itu dipasang untuk mengurangi bau tak sedap menjelang perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Apalagi sungai itu berada di belakang Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Namun setelah pesta olahraga itu usai, Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan menyatakan Kali Sentiong atau biasa disebut Kali Item akan dibersihkan dengan cara lain. Sebelum pembersihan pun, Pemprov DKI akan memasang dinding sungai.

"Pencopotan ini karena akan ada pemasangan sheet pile (dinding tetap) sebelum dilakukan pengerukan. Sebagai langkah untuk bisa menangani polusi airnya," kata Anies dalam Warta Ekonomi, Jumat (16/11).

Solusi yang diberikannya kali ini diharapkan dapat menangani masalah polusi yang melanda Kali Item. Anies menginginkan warga sekitar tak lagi mencium bau tak sedap dari sana karena air sungai benar-benar bersih, bukan karena direkayasa.

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini telah mengisntruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk membenahi sumber-sumber polutannya. Salah satunya dengan memantau pembuangan sisa kegiatan produksi di daerah sekitarnya.

"Sumber-sumber polutannya yang harus dikelola, jangan jadikan sungai itu tempat pembuangan sisa-sisa kegiatan produksi. Misalnya tahu tempe ampasnya dibuang ke sungai," imbaunya dikutip Republika.co.id, Sabtu (17/11).

Anies pun bahkan mengaku pernah menemukan sampah berupa kasur besar yang dibuang di Kali Sentiong. Sampah seperti ini tentu lebih sulit untuk ditangani.

Pencopotan jaring ini pun mendapat reaksi beragam dari warga sekitar. Banyak yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang menyatakan penolakannya.

Warga yang mendukung rata-rata mengaku merasa iba dengan para petugas yang harus bekerja dua kali untuk membersihkan sampah. Pertama adalah sampah yang menyangkut di jaring dan kedua adalah sampah yang jatuh ke permukaan kali.

"Ngambilnya susah, pakai perahu dari bawah mukul-mukulin jaring untuk ngumpulin ke pinggir," kata Kohar, salah satu warga yang bekerja mengantarkan air ke warung-warung di sepanjang Jalan Sunter Raya kepada Tempo.co.id, Sabtu (17/11).

Sedangkan mereka yang menolak mengatakan bahwa jaring yang terpasang membuat warga sekitar merasa aman dan nyaman. Apalagi anak-anak kerap bermain di sekitarnya.

Sebagai gantinya, seperti yang dikatakan Anies, akan ada dinding yang dibangun di sepanjang sejumlah sungai di Jakarta. Selain Kali Sentiong, turap tersebut akan melewati Kali Grogol, Kali Sekretaris, dan lainnya. Setelah dinding berdiri, baru pihaknya melakukan pengerukan.

Pemasangan turap di Kali Item termasuk program Dinas SDA tahun 2018 dalam rangka penataan pembangunan saluran kali. Proyek itu dikerjakan oleh bidang aliran timur SDA dengan anggaran dari Pemprov sebesar Rp369 miliar.

Sebanyak 10 petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) membongkar waring sejak Senin (12/11). Pembongkaran dimulai dari seberang jembatan Marto dan secara bertahap dilakukan hingga ke Jubilee School.

Menurut keterangan para pekerja, setiap harinya ada 10 pekerja yang ditugaskan. Tim yang bekerja itu dipecah lagi menjadi beberapa kelompok saat pelaksanaannya.

Tiga orang bekerja di permukaan sungai menggunakan pelampung kotak untuk memotong waring. Dua orang membuka besi penyangga kain hitam tersebut.

Sedangkan beberapa orang lainnya berada di tepi sungai untuk menahan waring dan menariknya setelah waring terpotong. Jaring yang telah dilepas kemudian dibawa dan disimpan di gedung SDA yang terletak di Jalan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR