Alasan PKS pilih perempuan gantikan Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzahdan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah saat melakukan inspeksi mendadak di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa, 27 Oktober 2015.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzahdan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah saat melakukan inspeksi mendadak di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa, 27 Oktober 2015. | Dhemas Reviyanto Atmodjo /Tempo

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjuk Ledia Hanifa Amaliah menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Fahri Hamzah yang didepak sebagai kader partai. Keputusan penunjukan Ledia diambil dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS pada Rabu (6/4/2016), dua hari setelah pemecatan Fahri diumumkan oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman mengatakan penunjukan Ledia menjadi Wakil Ketua DPR karena memberikan kesempatan besar kepada perempuan PKS. Ledia, kata Sohibul, dipilih karena merupakan politisi senior dan anggota legislatif yang sangat produktif dan artikulatif.

"Ini sebuah terobosan pertama kali pimpinan DPR adalah perempuan. Kita berharap dengan tampilan Ledia di situ, tentu ingin memberikan satu gambaran bahwa PKS memberikan tempat yang baik buat perempuan yang memang berprestasi," katanya dilansir laman PKS, Kamis (7/4/2016). "Biasanya DPR sering digambarkan keras, dengan hadirnya perempuan mungkin bisa lebih sejuk."

Ledia sebenarnya bukan perempuan pertama yang duduk di kursi pimpinan dewan. Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat Periode 1997-1999 telah mendapuk Fatimah Ahmad dari PDI sebagai Wakil Ketua DPR. Pada periode 1999-2004, Khofifah Indar Parawansa juga pernah menjadi pimpinan DPR, meski hanya sebentar karena diangkat menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Dalam sejarah di parlemen, sosok perempuan di jajaran kursi pimpinan memang sangat jarang karena kursi perempuan juga masih relatif kecil di Senayan. Jumlah calon legislatif perempuan yang terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019 sebanyak 97 orang atau 17,32 persen. Jumlah perempuan anggota DPR itu menurun ketimbang periode 2009-2014 yang mencapai 103 perempuan anggota DPR.

Di PKS, dari 40 kursi DPR periode 2014-2019 yang diperoleh partai ini, Ledia menjadi satu-satunya anggota legislatif perempuan yang lolos ke Senayan. Ibu empat anak ini terpilih dari dapil Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Ledia telah terpilih sebagai wakil rakyat selama dua periode. Pada periode 2009-2014 ada tiga perempuan dari PKS yang lolos ke Senayan, yaitu Ledia, Herlini Amran (Kepri), Yoyoh Yusroh (Banten).

Ledia, dilansir situs pribadinya, kelahiran Jakarta, 30 April 1969, mengantongi gelar sarjana sains Kimia dari Universitas Indonesia. Ledia pindah haluan saat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan memilih studi mengenai Intervensi Sosial pada program Magister Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Dalam bidang organisasi, Ledia lebih banyak bergelut di sektor dakwah. Dia aktif di Dewan Pembina Yayasan Uswah Ummahat sebagai pembina, Dewan Penasihat Yayasan Majelis Dzikir dan Dakwah Lansia sebagai penasihat, Konsultan Area Muda sebagai konsultan, Dewan Pengurus Yayasan Uswah Ummahat sebagai ketua (2003-2006), Pemuliaan Perempuan Retas Leadership Center sebagai ketua divisi (1996-1997).

Di PKS, Ledia sudah bergabung sejak 1998. Pada periode 2005-2010 dibawah kepemimpinan Tifatul Sembiring, Ibu empat anak ini didapuk sebagai Ketua Dewan Pengurus Pusat PKS bidang Kewanitaan.

Pada periode 2010-2015 dibawah kepemimpinan LuthFi Hasan Ishaq, Ledia kehilangan tempat di DPP. Namun setelah PKS dipimpin Sohibul Iman pada 2015-2020, Ledia kembali masuk ke kepengurusan sebagai Ketua DPP Bidang Ketenagakerjaan, Petani, dan Nelayan.

Kedekatan Ledia dengan Sohibul Iman ditunjukkan saat kunjungan elite PKS ke Istana Negara pada 21 Desember 2015 lalu. Ledia menjadi salah satu dari lima pengurus PKS yang mendampingi Sohibul bertemu Presiden Joko Widodo. Pertemuan itu menjadi sorotan karena dan menimbulkan spekulasi bahwa PKS akan bergabung sebagai partai pendukung pemerintah.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dikutip Liputan6.com, mengatakan Ledia memiliki rekam jejak yang baik sebagai kader dan anggota dewan. Saat menjabat sebagai wakil ketua Komisi VIII dan IX, kinerja Ledia dinilai sangat bagus.

Hidayat menambahkan mengatakan partainya sengaja memilih perempuan untuk duduk di pucuk pimpinan DPR. "Kami sengaja, karena ada cara pandang yang salah bahwa PKS anti perempuan," kata Hidayat.

BACA JUGA