FLUKTUASI RUPIAH

Aliran modal asing Rp19 triliun perkuat nilai rupiah

Seorang Teller menghitung uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (7/1/2018). Rupiah ditutup menguat 1,26 persen menjadi Rp14.085 per satu dolar AS.
Seorang Teller menghitung uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (7/1/2018). Rupiah ditutup menguat 1,26 persen menjadi Rp14.085 per satu dolar AS. | Akbar Nugroho /Antara Foto

Pelemahan sejumlah mata uang negara setelah pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tidak terlalu berdampak bagi Indonesia. Kuatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat(AS) belakangan ini dinilai sebagai dampak positif dari alira modal asing masuk (capital inflow) dalam tiga pekan terakhir.

Bank Indonesia (BI) mencatat dana asing yang masuk ke pasar keuangan domestik dalam tiga pekan terakhir mencapai sekitar Rp19,2 triliun, sehingga turut menambah suplai valuta asing dan memperkuat nilai tukar rupiah pada awal tahun ini.

Dari total dana tersebut, sebanyak Rp8,02 triliun masuk ke Surat Berharga Negara (SBN), sedangkan sisanya ke saham dan obligasi korporasi.

Jika melihat kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada 25 Januari 2019 sebesar Rp14.163 per dolar AS atau menguat dua persen dibanding awal tahun pada 2 Januari sebesar Rp14.465 per dolar.

"Modal asing yang masuk ini juga menjadi faktor kenapa nilai tukar terus stabil, bahkan dalam beberapa hari terakhir ini terus menguat," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dilansir dari Antaranews (25/1/2019).

Derasnya dana asing yang masuk itu, ujar Perry, menggambarkan keyakinan pelaku pasar global terhadap perbaikan dan kebijakan yang diterapkan oleh otoritas keuangan.

Salah satu bentuk ekonomi Indonesia masih stabil, kata Perry, bisa dilihat dari tingkat inflasi Indonesia. Sepanjang 2018 lalu, inflasi tercatat 3,13 persen atau lebih rendah dari 2017 sebesar 3,61 persen.

"Kegiatan ekonomi akan terus naik, terbukti dari masuknya aliran modal asing khususnya portofolio ke Indonesia," terang Perry.

Melihat perkembangan ini, Perry memperkirakan nilai tukar rupiah akan terus bergerak stabil bahkan cenderung menguat.

Dalam beberapa waktu ke depan, tuturnya, BI akan terus meningkatkan koordinasi dengan dan lembaga lain di industri keuangan untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Dengan begitu, sentimen positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah di perdagangan akan terjaga.

Sebelumnya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Januari 2019, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan "BI 7-day Reverse Repo Rate" sebesar enam persen. Hal itu dilakukan untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

BI menilai pertumbuhan ekonomi dunia saat ini masih melandai, namun ketidakpastian pasar keuangan sedikit mereda.

"Di negara maju, pertumbuhan ekonomi AS 2019 diprakirakan melambat akibat pasar tenaga kerja yang semakin ketat dan dukungan fiskal yang terbatas. Stance kebijakan moneter The Fed AS lebih dovish (menahan suku bunga) dan diperkirakan menurunkan kecepatan kenaikan suku bunga Fed Funds Rate (FFR)," kata Perry.

BI juga menilai pertumbuhan ekonomi Eropa juga melambat pada 2019 sehingga dapat memengaruhi kecepatan normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (Europan Central Bank/ECB).

Tidak hanya terimbas dari keputusan ECB, menguatnya dolar AS yang membuat rupiah melemah dikarenakan adanya prediksi Negeri Paman Sam ini menaikkan suku bunganya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mengatakan pasar tenaga kerja AS yang cukup ketat menjadi salah satu pertimbangannya The Federal Reserve untuk mengambil keputusan tersebut.

“Pelemahan rupiah hari ini akan menuju kisaran antara Rp14.170 sampai dengan Rp14.185 per dolar AS," ucap Lana.

Tercatat, data klaim pengangguran di AS pada pekan kedua Januari mengalami penurunan 13 ribu orang menjadi 199 ribu. Ini merupakan data terendah semenjak tahun 1969, ketika jumlah pengangguran di negeri adidaya tersebut tercatat 197 ribu orang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR