KETERTIBAN KOTA

Ancaman hukuman untuk ahli grafiti pengebom MRT

| Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Seorang ahli. Itu dugaan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar tentang pelaku pembuat grafiti pada kereta MRT di Depo Lebakbulus.

"Yang jelas yang bersangkutan berbuat ini merupakan sensasi. Kemudian dia memiliki keahlian jelas," kata Indra. Keahlian itu, bagi Indra, bukan cuma dalam menggambar, tetapi juga menerobos masuk depo (Kompas.com, 24/9/2018).

Tak mudah bagi orang luar untuk mencapai kereta yang belum beroperasi itu. Ada pagar tinggi. Grafiti pada bagian luar kereta nomor tiga, bagian rangkaian kereta kedelapan (K1 1 18 45) MRT Jakarta, itu diketahui petugas pada Jumat pagi pekan lalu, pukul 7.30.

Tak ada CCTV yang merekam aksi pelaku. Petugas keamanan depo menduga pencoretan dengan cat semprot itu berlangsung cepat, antara pukul tiga hingga tujuh pagi.

Hingga artikel ini ditulis, si bomber belum tertangkap. Padahal sudah empat hari sejak kejadian. Bomber, bombing, dan ngebom adalah istilah dalam grafiti, terutama yang menyasar ruang publik.

Jika pelaku tertangkap, sejumlah jerat hukum sudah tersedia. Bisa dengan Perda DKI Jakarta No. 8 Tahun 2007. Bisa dengan KUHP. Dan bisa pula ditambah KUH Perdata: pihak yang dirugikan menuntut kompensasi, hakim yang akan memutuskan apakah nilai tuntutan itu pas atau harus didiskon.

Jerat melalui Pasal 21 huruf a perda tadi mengancamkan hukuman bui sepuluh hingga 60 hari, atau denda Rp100.000 – Rp20 juta.

Sedangkan jerat melalui KUHP, Pasal 170 ayat 1, ancaman hukuman maksimum adalah penjara lima tahun enam bulan.

Di kalangan bomber, tempat sulit apalagi riskan itu menantang. Heaven spot, mereka menamai. Harus bekerja cepat, untuk mencapainya berat, tapi hasil langsung terlihat. Jika luar biasa dalam mengakses tempat, demikian pula hasilnya keren, bomber lain akan mengapresiasi.

Ya, sensasi. Seperti kata Pak Kapolres Jaksel.

Petugas menghapus grafiti hasil aksi vandalisme orang tidak bertanggung jawab pada rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (21/9/2018).
Petugas menghapus grafiti hasil aksi vandalisme orang tidak bertanggung jawab pada rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (21/9/2018). | Humas MRT Jakarta /AntaraFoto
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR