APBD DKI JAKARTA

Anies: pelepasan saham bir bukan soal dukungan

Presiden Joko Widodo kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) disela acara Penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Presiden Joko Widodo kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) disela acara Penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (22/2/2019). | Akbar Nugroho Gumay /AntaraFoto

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melanjutkan rencana penjualan saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada PT Delta Jakarta Tbk.

Penegasan ini menyusul kabar yang menyebut porsi kepemilikan saham Pemprov pada perusahaan pembuat bir itu bertambah 3 persen.

Ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/3/2019), Anies menerangkan bahwa tidak ada unsur pembangunan dalam kegiatan produksi bir. Oleh karenanya, Anies menilai lebih baik uang yang ditanamkan DKI pada perusahaan tersebut digunakan untuk hal yang lebih berfaedah untuk masyarakat.

Kan masuk akal, punya BUMD dan BUMN karena mau membangun. Nah, kalau kita punya badan usaha yang tidak membangun apalagi produksi alkohol, jelaskan di mana unsur pembangunannya,” ucap Anies.

Dalam klaimnya, proses pelepasan saham sebanyak 26,25 persen itu hanya tinggal menunggu persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Jika berjalan lancar, maka DKI sedikitnya akan mengantongi dana senilai Rp1,2 triliun dari penjualan saham.

Anies tak peduli dengan banyaknya kontra di publik terkait dengan rencananya. Bahkan, jika pun kebijakannya tidak mendapat dukungan dari masyarakat.

Sebab dalam klaimnya, keputusannya ini sama sekali tak berhubungan dengan kondisi politik saat ini.

“Saya rasa ini bukan soal mendukung dan tidak. Ini soal benar dan tidak. Tidak usah sensi. Ini bukan kebijakan pemerintahan kemarin (era Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama) kok, ini kebijakan sudah 49 tahun yang lalu. Santai saja,” tutur Anies.

Kendati demikian, Anies belum memiliki rencana pasti akan digunakan untuk apa uang yang bakal diperolehnya dari penjualan tersebut.

Dirinya hanya menuturkan beberapa opsi yang bisa digunakan dari uang senilai Rp1,2 triliun itu, seperti di antaranya revitalisasi saluran air bersih di satu juta titik di Jakarta dan pembangunan 100.000 saluran air.

Selain itu, dirinya juga mewacanakan membangun 100 sekolah atau empat unit rumah sakit tipe A.

“Rp1,2 triliun itu banyak. Karena itu saya pikir kenapa uang rakyat sebanyak itu dipakai untuk produksi alkohol?” tutupnya.

Untuk diketahui, pada Kamis (28/2/2019), Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan laporan penambahan porsi saham Pemprov DKI Jakarta sebesar 3 persen, dari jumlah sebelumnya sebanyak 23,33 persen.

Dengan total 26,25 persen tersebut, maka jumlah lembar saham yang dimiliki DKI naik menjadi 210,20 juta, dari sebelumnya 186,84 juta.

Komisaris Utama Delta Djakarta Sarman Simanjorang menjelaskan penambahan tersebut terjadi lantaran penggabungan saham milik Pemprov DKI dan Badan Pengelola Investasi Penanaman Modal DKI Jakarta (BP IPM Jaya)—badan yang dulunya satuan kerja perangkat desa (SKPD) DKI.

Penggabungan otomatis dilakukan karena BP IPM Jaya dibubarkan.

Secara umum, kinerja keuangan Delta Djakarta masih mencatat pertumbuhan positif. Mengulik laporan keuangan perseroan sampai kuartal ketiga 2018, pendapatan bersih tercatat naik 15 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp627 miliar.

Adapun beban pokok penjualan turut terkerek 19 persen dari Rp145 miliar pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi Rp173 miliar pada periode sama tahun ini.

Namun, laba kotor hingga Rp454 miliar masih dapat diamankan pada akhir September 2018. Artinya ada kenaikan 13 persen dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu yang mencapai Rp399 miliar.

Setelah dikurangi beban keuangan dan penjualan, laba bersih yang dikantongi Delta tercatat Rp238 miliar, atau tumbuh 27 persen dibandingkan triwulan ketiga tahun lalu yang hanya mencapai Rp186 miliar.

Maka tak ayal, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama bersikeras tidak akan menjual saham DKI di Delta karena performanya dinilai "sangat-sangat bagus".

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR