ATURAN LALU LINTAS

Anies perpanjang ganjil-genap tapi warga beli mobkas

| Antyo /Beritagar.id

Mulai Senin ini (15/10/2018) uji coba kebijakan ganjil-genap (gage) diperpanjang sampai 31 Desember. Padahal pekan lalu (11/10) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bilang, kalau pembelian mobil bekas (mobkas) bertambah berarti kebijakan itu tak efektif.

Di Balai Kota, Anies berkata, "Para pengusaha kendaraan mobil bekas sudah menceritakan bahwa selama ini saja penjualan mereka naik, bahkan ada yang menyebut di atas 15 persen kenaikan penjualannya."

Lantas Anis menyimpulkan, "Rekayasa lalin efektif kalau jumlah mobilnya tidak bertambah. Begitu ada rekayasa lalu lintas, lalu jumlah mobilnya meningkat secara luar biasa, rekayasa itu tidak lagi efektif." (h/t CNN Indonesia)

Masalahnya Anies belum merumuskan, kenaikan luar biasa itu berapa persen. Saat ini dia masih menimbang apakah pembatasan mobil berdasarkan nomor ganjil dan genap layak diteruskan secara permanen.

Untuk itulah dia memperpanjang perluasan uji coba gage hingga akhir tahun ini. Jumat lalu (12/10) Anies menandatangani Peraturan Gubernur DKI No. 106 Tahun 2018.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, "Pemerintah akan mengevaluasi tahap akhir sebelum kebijakan ini dipermanenkan." (BeritaSatu, 13/10).

Seperti perluasan gage versi awal, ada ruas jalan yang bisa merepotkan pengendara mobil. Misalnya sepanjang Simpang Tomang hingga Simpang Slipi di Jakarta Barat. Kedua titik itu termasuk Jalan S. Parman. Tapi kini secara keseluruhan Jalan S. Parman bukanlah wilayah gage.

Jalan yang menjadi wilayah gage, dari arah Cawang ke Slipi, adalah Jalan M.T. Haryono dan Jalan Gatot Subroto. Jalan S. Parman, yang berada di arah utara sesudah kedua jalan itu, tidak tercakup gage. Namun arah sebaliknya, ke selatan, sejak Tomang sampai Slipi, malah berhukum gage.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR