PENGELOLAAN SAMPAH

Anies tegaskan Pintu Air Manggarai telah kembali bersih

Petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta membersihkan sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin (12/11/2018).
Petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta membersihkan sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin (12/11/2018). | Galih Pradipta /AntaraFoto

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bersuara soal foto-foto yang beredar menangkap gambar tumpukan sampah di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan.

Menurutnya, tumpukan tersebut diakibatkan oleh debit sampah kiriman yang mencapai 500 ton. Apalagi mengingat pintu air tersebut merupakan titik pertemuan 13 aliran sungai dari luar Jakarta.

"Pasti (ada tumpukan sampah), tidak mungkin dengan volume sebanyak itu, bayangkan kalau datang sampah sampai 500 ton, tidak mungkin selesai (dibersihkan) dalam 2 jam," ujar Anies di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (16/11).

Namun, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah membersihkan sampah-sampah tersebut. Bahkan, pihaknya telah memiliki solusi dalam rangka mencegah terjadinya hal serupa di kemudian hari.

"Saya kemarin sudah siapkan, tahun depan kita akan bangun saringan-saringan besar semacam bendungan untuk menyaring sampah agar tidak masuk ke dalam kota," kata Anies di Polda Metro Jaya, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (16/11).

Setelah tersaring di bendungan ini, nantinya sampah akan segera dibersihkan oleh petugas sehingga diharapkan tak akan sempat masuk ke Pintu Air Manggarai.

Bendungan juga hanya akan dibangun di wilayah perbatasan, tidak masuk ke dalam kota. Cara ini diharapkan bisa sekaligus digunakan untuk memetakan titik-titik yang menjadi sumber sampah di Jakarta guna mencari solusi pengendaliannya.

"Malah nanti kita bisa menata kawasan mana yang menjadi sumber sampah di kawasan Jakarta, mana-mana yang dari luar,” katanya, seperti dikutip Warta Ekonomi, Jumat (16/11).

Anies menuturkan dengan dibangunnya saringan tersebut, diharapkan sampah tak lagi menumpuk di Pintu Air Manggarai seperti yang selama ini terjadi. Sebab tumpukan limbah tersebut juga berdampak merusak lingkungan yang ada di sekitar sungai di Jakarta.

Dengan segala upayanya ini, Anies pun menilai, oknum yang menyebarkan foto-foto tersebut tidak adil karena hanya mengambil gambar saat lokasi masih dipenuhi sampah.

Ia pun mengimbau kepada siapa saja yang ingin memantau kerja pemerintah agar tak setengah-setengah.

"Kalau mau, pagi difoto, sore difoto, terus lihat, dikerjain enggak hari ini. Tapi kalau difoto pagi, abis itu enggak ada gambar lagi (setelah dibersihkan), kesannya seperti tidak dikerjakan," kata dia, dikutip Kompas.com, Jumat (16/11).

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji sudah pernah merinci zona merah, yakni titik-titik penumpukan sampah yang berimbas pada terhambatnya aliran air di saluran yang berpotensi menimbulkan banjir.

Adapun zona merah tersebut yakni: Jakarta Selatan terdapat di Saringan TB. Simatupang Kampung Melayu dan Aliran Tebet. Di Jakarta Timur terdapat di BKT Ciliwung dan Kampung Melayu Jatinegara.

Sedangkan di wilayah Jakarta Pusat yakni Manggarai dan BKB (Banjir Kanal Barat) Petamburan. Di Jakarta Utara yaitu di Kali Cagak Penjaringan, Cakung Drain Cillincing, Pintu Air 8 Tanjung Priok dan Kali Sentiong, di Jakarta Barat yakni BKB Season City dan Kali Sekretaris.

Untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat penumpukan sampah ini, Isnawa mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 118 petugas yang akan memantau 227 titik rawan tergenang sampah.

"Untuk musim hujan ada satgas banjir yang bersiaga 24 jam jumlah personel ada 118 satgas ada 227 titik lokasi yang menjadi fokus pemantauan," lanjutnya, seperti dikutip Sindonews, Kamis (15/11).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR