ATURAN LALU LINTAS

Anies ungkap alasan ganjil-genap diperpanjang

Kendaraan melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (14/10/2018). Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan ganjil-genap hingga akhir tahun 2018.
Kendaraan melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (14/10/2018). Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan ganjil-genap hingga akhir tahun 2018. | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memutuskan untuk memperpanjang masa berlaku perluasan sistem ganjil-genap (gage) hingga 31 Desember 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (16/10) mengungkap alasan diberlakukan aturan tersebut.

Menurut lelaki yang akrab disapa Anies ini, perluasan tersebut diperpanjang guna mengetahui dampak ekonomi dari kebijakan tersebut.

"Kita perpanjang sekaligus untuk memperkaya data sehingga kita punya data yang lebih lengkap," kata Anies di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), seperti dikutip CNNIndonesia.com (16/10).

Sebabnya, berdasarkan hasil evaluasi perluasan sistem gage yang dimulai sejak sebelum perhelatan Asian Games 2018 hingga usainya Asian Para Games 2018, yang melibatkan berbagai pihak termasuk dari kepolisian dan pengamat transportasi, menurut Anies, Pemprov DKI masih membutuhkan sejumlah data.

"Data jumlah penumpang kendaraan umum memang meningkat. Kemudian kecepatan kendaraan memang meningkat, waktu tempuh menurun. Itu kami saksikan," kata Anies Seperti dikutip Merdeka.com, Selasa (16/10).

"Tapi di sisi lain, efek dari perilaku kita belum punya data yang lengkap, perilaku pengguna. Kemudian yang kedua, efek perekonomian datanya belum lengkap."

Menurut Anies, jika memiliki data soal efek perekonomian, barulah dapat dipastikan apakah gage perlu diterapkan untuk periode berikutnya atau tidak.

Perpanjangan penerapan aturan tersebut telah diundangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 106/2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap dan mulai berlaku sejak Senin (15/10).

Adapun perpanjangan yang diberlakukan kali ini akan sedikit berbeda dari sebelumnya. Jika selama periode Asian Games hingga Asian Para Games 2018 sistem gage diberlakukan selama 15 jam, saat ini tidak demikian.

Ganjil-genap pada perpanjangan ini hanya berlaku empat jam di pagi hari, dan empat jam di sore hari, yakni pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pada 16.00-20.00 WIB.

Sejumlah ruas jalan yang masih diberlakukan ganjil-genap adalah:

- Jalan Medan Merdeka Barat
- Jalan MH. Thamrin
- Jalan Jenderal Sudirman
- Jalan Jenderal Gatot Subroto
- Sebagian Jalan Jenderal S Parman (Simpang Slipi-Simpang Tomang)
- Jalan MT Haryono
- Jalan HR Rasuna Said
- Jalan Jenderal DI Panjaitan
- Jalan Jenderal Ahmad Yani

Pada Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional kebijakan sistem ganjil-genap tidak berlaku.

Menurut Anies, tidak diberlakukannya ganjil-genap pada siang hari bisa merangsang orang untuk menggunakan kendaraan umum. Masyarakat juga masih bisa menggunakan kendaraannya pada siang hari.

Sedangkan jika diberlakukan sepanjang hari, justru berpotensi membuat masyarakat mencari kendaraan kedua. Hal ini sempat dipaparkannya seiring dengan data mengenai meningkatnya penjualan mobil bekas di Jakarta.

Ia juga berharap dengan diberlakukannya sistem ganjil-genap, masyarakat akan berpindah menggunakan angkutan umum. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar memperluas jangkauan, memperbaiki fasilitas, serta menambah kenyamanan bagi para penumpangnya.

"Hari ini yang terjangkau itu sekitar 68 persen wilayah. Kita harus bisa menjangkau 100 persen wilayah (di Jakarta). Tidak ada lagi wilayah Jakarta yang tidak bisa terjangkau oleh kendaraan umum,” ujarnya, seperti dikutip Republika.co.id (16/10).

Seperti yang juga diungkapkan oleh Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, saat ini sejumlah data menunjukan dampak baik dari sistem ganjil-genap.

Antara lain, saat diberlakukan gage, persentase kenaikan kecepatan rata-rata kendaraan jika dibandingkan dengan sebelumnya adalah sebesar 52,63 persen. Lalu, terjadi peningkatan jumlah penumpang bus Transjakarta sebanyak 34 persen, penumpang bus PPD sebanyak 29 persen, dan penumpang bus Sinar Jaya sebanyak enam persen.

Sementara itu, selama masa perluasan ganjil-genap dari 1 Agustus hingga 12 Oktober 2018, ada 6.173 kendaraan yang ditilang karena melanggar. Jumlah tersebut didominasi oleh kendaraan yang melintas di wilayah Jakarta Timur.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR