PILPRES 2019

Anjing menyalak, semoga demonstran melunak

Hendropriyono akan meminjamkan 152 anjingnya untuk menghadapi demo 22 Mei besok. Kalau sudah menggigit, mereka tak mau melepaskan.
Hendropriyono akan meminjamkan 152 anjingnya untuk menghadapi demo 22 Mei besok. Kalau sudah menggigit, mereka tak mau melepaskan. | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

Jenderal TNI (Purn.) Abdullah Mahmud Hendropriyono (74) pekan ini (19/5/2019) di Jakarta mengumumkan akan meminjamkan 152 ekor anjing terlatihnya kepada polisi untuk menghadapi pengunjuk rasa.

Unjuk rasa termaksud adalah rencana pengerahan massa, pendukung capres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, ke Komisi Pemilihan Umum untuk menentang hasil penghitungan suara Pilpres 2019 — bukan Pileg 2019, karena yang ini tak dipersoalkan padahal lima jenis pemilu berlangsung di TPS yang sama.

Kata Hendro perihal anjing-anjingnya, "Kalau dia nyerang, dia gigit tidak akan lepas. Saudara-saudara tahu kan kalau dijilat anjing saja najis, apalagi kalau digigit tidak dilepas-lepas."

Anjing bagus termasuk piaraan pintar dan setia. Salah satu kisah mengharukan adalah anjing di Thailand yang mengejar mobil pengangkut jenazah tuannya, tahun lalu. Anjing itu berlari sejauh satu kilometer.

Tentang anjing ada dua macam tamsil. Pertama, anjing menyalak tidak menggigit — ini benar, karena saat menggigit dia tak berteriak.

Kedua, anjing menggonggong kafilah berlalu. Ini juga bisa benar jika yang menggonggong disamakan dengan menyalak. Pada mulanya gonggong berarti menggondol sesuatu dengan mulut sambil berlari. Berlaku tak hanya untuk anjing tetapi juga kucing dan tikus.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR