RINGKASAN SEPEKAN

Anjuran pembubaran koalisi, Tim Mawar, hingga IMB pulau reklamasi

Prabowo, Jokowi, Sandi hingga Anies
Prabowo, Jokowi, Sandi hingga Anies | Robotorial /beritagar.id

Anjuran pembubaran koalisi, persiapan sidang soal pemilu di Mahkamah Konstitusi, hingga penerbitan IMB di pulau reklamasi menjadi deretan kabar yang paling populer di Beritagar.id sepanjang pekan lalu (9-14/6/2019).

Selain itu adapula soal rencana pembunuhan empat jenderal, keberatan mantan anggota Tim Mawar Kopassus atas pemberitaan majalah Tempo, serta berlanjutnya pertikaian antara Partai Demokrat dan Gerindra soal pilihan politik mendiang Ani Yudhoyono.

Berikut ini adalah ringkasan 6 berita populer tersebut:

Prabowo dan Jokowi diminta bubarkan koalisi

Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).
Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). | Agus Suparto /Dokumen Setneg

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mengusulkan Prabowo Subianto dan Joko "Jokowi" Widodo segera membubarkan masing-masing koalisi partai politik pendukungnya.

Anjuran pembubaran koalisi itu diungkapkan Rachland melalui akun Twitter @RachlanNashidik, Minggu (9/6/2019). Menurutnya, pembubaran koalisi tersebut merupakan upaya untuk menyelamatkan bangsa.

Dia menilai mempertahankan koalisi justru seolah mengawetkan permusuhan di antara dua kubu dan memelihara potensi benturan di akar rumput. Gugatan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), sebutnya, adalah gugatan pasangan calon presiden (capres).

Baca selengkapnya di sini.

Rencana perburuan empat jenderal

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam menunjukkan barang bukti senjata api dan rompi anti peluru seusai menggelar konferensi pers perkembangan kondisi terkini keamanan nasional di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019).
Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam menunjukkan barang bukti senjata api dan rompi anti peluru seusai menggelar konferensi pers perkembangan kondisi terkini keamanan nasional di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019). | Dhemas Reviyanto /AntaraFoto

Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen kembali jadi sosok yang diyakini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai otak di balik rencana pembunuhan empat jenderal dan satu tokoh dalam rangkaian kerusuhan 22 Mei 2019.

Keyakinan polisi dikuatkan melalui pengakuan tiga tersangka kepemilikan senjata ilegal yang direkam dan diputar dalam jumpa pers di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Kemenkopolhukam), Jakarta, Selasa (11/6/2019) sore.

Ketiga tersangka yang juga ditugaskan sebagai eksekutor untuk rencana tersebut adalah Tajudin, H Kurniawan alias Iwan, dan Irfansyah. Selain ketiganya, polisi turut menetapkan tiga tersangka lainnya untuk kasus sama, Armi (ajudan Kivlan), AD, dan AF.

Baca selengkapnya di sini.

Menanti kejutan BPN Prabowo-Sandi dalam sidang di MK

Mahkamah Konstitusi menerima sedikitnya 334 gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dari para peserta pemilihan umum, termasuk sengketa Pemilihan Presiden 2019.
Mahkamah Konstitusi menerima sedikitnya 334 gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dari para peserta pemilihan umum, termasuk sengketa Pemilihan Presiden 2019. | Rommy Roosyana /Beritagar.id

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyiapkan kejutan untuk sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Juru Bicara Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Sahroni, timnya berusaha menepis tudingan yang menyebut tim hukum BPN tidak siap menghadapi proses gugatan sengketa PHPU Presiden 2019 di MK.

"Kalaupun alat bukti yang baru kita tampilkan hanya sebagian dari yang dilihat secara keseluruhan itu bagian dari strategi yang kita siapkan," ujarnya, Sabtu (8/6/2019).

Baca selengkapnya di sini.

Ketegangan Demokrat dan Gerindra soal pernyataan Prabowo berlanjut

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berpamitan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) usai melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6/2019).
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berpamitan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) usai melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6/2019). | Yulius Satria Wibawa /Antara Foto

Pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, soal pilihan politik mendiang mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono terus menjadi polemik. Bahkan Partai Demokrat yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih meradang.

Prabowo mengatakan bahwa mendiang ibu Ani memilih dirinya dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019. Hal itu diungkapkan Prabowo saat melayat ke rumah duka di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (3/6/2019).

Akibatnya, SBY meminta media tidak mengutip pernyataan Prabowo karena situasi dirinya dan keluarga yang masih berduka setelah ibu Ani tutup usia pada Sabtu (1/9). Namun belakangan, persoalan ini berubah menjadi ketegangan antara Demokrat dan Gerindra yang melibatkan para kader.

Baca selengkapnya di sini.

"Tim Mawar dan Rusuh Sarinah" dibawa ke Dewan Pers

Ilustrasi: Seorang polisi terkena bom molotov pada aksi kerusuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019).
Ilustrasi: Seorang polisi terkena bom molotov pada aksi kerusuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). | Akbar Nugroho Gumay/wsj /ANTARA FOTO

Dewan Pers (DP) akan mempertemukan Redaksi Majalah Tempo dengan mantan komandan Tim Mawar, Mayjend. TNI (Purn) Chairawan, pada 18 Juni mendatang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DP Hendry Ch Bangun, setelah menerima pengaduan dari Chairawan bersama Herdiansyah penasihat hukumnya, (11/6/2019).

Pemimpin redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, menghargai setiap proses dan langkah hukum dan narasumber atau publik yang mempersoalkan pemberitaan medianya. Ia pun mengaku siap mengikuti seluruh rangkaian proses di Dewan Pers.

Chairawan melaporkan Majalah Tempo terkait pemberitaan berjudul "Tim Mawar dan Rusuh Sarinah" ke Dewan Pers, Selasa (11/6/2019).

Baca selengkapnya di sini.

Kilah Anies soal IMB pulau reklamasi

Foto udara kawasan pulau reklamasi Pantai Utara Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Foto udara kawasan pulau reklamasi Pantai Utara Jakarta, Kamis (28/2/2019). | Iggoy el Fitra /AntaraFoto

Drama penyegelan 932 bangunan di pulau reklamasi Teluk Jakarta yang berulang sebanyak tiga kali sejak tahun 2014 akhirnya berakhir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) kepada 409 rumah, 212 bangunan rumah kantor (rukan), serta 313 rukan dan rumah tinggal yang disatukan di pulau buatan tersebut.

Tidak jelas kapan IMB itu terbit. Namun, sebuah transkrip tanya jawab dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berisi penjelasan terkait isu tersebut ramai beredar sejak Kamis (13/6/2019).

Anies mengaku penerbitan IMB adalah upaya agar lahan yang telah dibangun bisa dimanfaatkan dan bukan sebagai lampu hijau pembangunan pulau lainnya.

Baca selengkapnya di sini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR