NGUNDUH MANTU

Apa gelar yang akan diberikan untuk Kahiyang?

Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Nasution berjabat tangan dengan tamu undangan saat acara resepsi pernikahan di Gedung Graha Saba, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11).
Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Nasution berjabat tangan dengan tamu undangan saat acara resepsi pernikahan di Gedung Graha Saba, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11). | Mohammad Ayudha /Antara Foto

Setelah melakukan pernikahan di Solo, pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution akan menjalani proses ritual ngunduh mantu di Medan, asal Bobby. Di Medan, Kahiyang akan melewati proses adat Mandailing.

Proses itu akan dimulai pada 21 November. Berdasarkan urutan tata cara adat Mandailing, sebelum memulai rangkaian acara tersebut pertama-tama Kahiyang harus diberikan marga atau dalam bahasa Mandailing disebut "mangalehan marga."

Sebenarnya di adat Mandailing perkawinan antar suku sudah dianggap biasa. Bahkan masyarakat Mandailing sudah sangat terbuka dalam menerima perkawinan antar suku hingga antar bangsa.

Namun, Kahiyang konon harus tetap diberikan marga seperti orang Mandailing pada umumnya.

Pemangku adat Mandailing, Pandapotan Nasution dalam wawancaranya dengan Beritagar.id, Rabu (25/10/2017) sempat membeberkan alasan paling mendasar mengapa Kahiyang harus diberi marga.

Menurutnya, pemberian marga dilakukan agar Kahiyang memiliki tempat dalam silsilah keluarga adat Mandailing. Hal ini berguna untuk menentukan bagaimana ia harus bertutur nantinya.

"Bagaimana harus menyapa orang lain. Apakah Kahiyang harus memanggil uda, inang, amang atau apa," kata Pandapotan Nasution.

Dalam adat Mandailing proses itu dikenal dengan istilah "pertuturon" . Pertuturon adalah berisi aturan hubungan antar perorangan atau unsur dalam Dalihan Na Tolu (etika bertutur), di mana tutur menjadi perekat bagi hubungan kekerabatan.

Adat Mandailing mengenal kurang lebih 33 pertuturon. Misalnya ompung doli (kakek), ompung boru (nenek), amang (ayah), inang (ibu), inang uda (istri adik laki-laki ayah), amang uda (adik laki-laki ayah), amang tobang (suami dari adik perempuan ibu), bujing/etek (adik perempuan ibu), dan beberapa istilah lainnya.

Dengan menyebut tutur terhadap seseorang nanti akan diketahui jalur hubungan kekerabatan di antara mereka. Hubungan itu juga menentukan perilaku atau etika apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan saat mereka bergaul.

Selain marga, Kahiyang juga akan diberi gelar bangsawan oleh pihak keluarga. Selain sebagai pertanda bahwa Bobby telah melaksanakan pesta adat yang besar, hal ini juga dilakukan demi meneruskan gelar yang ada dalam keluarganya.

Menelusuri silsilah keluarga, Liputan6 melansir, bahwa Bobby merupakan raja generasi ke-7 dari keturunan Raja Gunung Baringin Nasution Mandailing Natal Penyabungan Timur.

Menurut Erwan Nasution--sang paman--, nantinya Bobby Nasution akan mendapat gelar Sutan Kumala Abdul Rahman. Sedangkan untuk Kahiyang, menurut Pandapotan Nasution gelarnya masih akan menunggu keputusan pada sidang adat nanti.

"Belum tahu, tapi sudah pasti ada Namora-nya," ujarnya.

Kepada Beritagar.id, Pandapotan sempat menjelaskan dari mana gelar itu biasanya diturunkan.

"Nama itu bukan dari ayah ke anak, melainkan dari kakek ke cucu. Gelar hanya bisa diturunkan dari garis laki-laki, tidak dari garis perempuan," ujarnya

Jika kakenya Baginda, kata Pandapotan, cucunya juga bergelar Baginda. Jika kakeknya Sutan, cucunya pun Sutan. Juga kalau kakeknya Sisingamangaraja, cucunya juga akan bergelar Sisingamangaraja.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR