PARTAI POLITIK

Apakah Surya Paloh akan merangkul Jokowi malam ini?

Presiden Joko Widodo berjalan bersama Ketua Umum Partai Nasdem saat menghadiri pembukaan sekolah legislatif Partai Nasdem di Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Presiden Joko Widodo berjalan bersama Ketua Umum Partai Nasdem saat menghadiri pembukaan sekolah legislatif Partai Nasdem di Jakarta, Selasa (16/7/2019). | Akbar Nugroho Gumay /ANTARA FOTO

Malam ini, Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo akan menutup Kongres II Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kepastian itu disampaikan Protokoler Istana Kepresidenan yang mengatakan Presiden Jokowi akan hadir sekitar pukul 19.00 WIB di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, tempat acara berlangsung.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, memastikan Presiden akan hadir dalam kongres yang sekaligus juga menjadi perayaan Hari Ulang Tahun Nasdem ke-8.

Dalam kongres tersebut, Majelis Pertimbangan Partai Nasdem memilih kembali Surya Paloh menjadi Ketua Umum hingga lima tahun ke depan, Senin (11/11/2019) pagi.

Ketika menghadiri HUT Partai Golkar di Senayan, Jakarta, pekan lalu, dengan gaya bercanda Jokowi mengatakan wajah Surya Paloh lebih cerah dari biasanya sehabis pertemuan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman. “Saya tidak tahu maksudnya apa, tapi saya tidak pernah dirangkul seperti itu," kata Presiden.

Saat membuka Kongres Nasdem, Surya menjawab “candaan” Jokowi tersebut. “Kecurigaan satu sama lain, hingga kita berkunjung ke kawan, ini bangsa model apa seperti ini?" katanya.

Saling sindir itu, bagi beberapa pengamat politik, diartikan sebagai pertanda keretakan hubungan antara Presiden Jokowi dengan Surya Paloh.

Namun, menurut Ketua DPP Nasdem, Willy Aditya, pertemuan Nasdem dengan PKS sudah mendapat lampu hijau dari Presiden. "Ketika memberikan selamat (kepada Presiden), Pak Surya Paloh mengatakan, 'Ini kami (Partai Nasdem) mau bertandang ke PKS dalam waktu dekat'," kata Willy seperti dikutip kompas.com.

Lalu, menurut Willy, Presiden menjawab laporan tersebut dengan menyatakan, “Mantab, Bang."

Mengeluh tak diajak bicara soal kabinet

Dugaan adanya “keretakan” antara Presiden dengan Partai Nasdem mulai meletik saat Surya Paloh mengeluhkan masuknya Partai Gerindra dalam koalisi pendukung Jokowi.

Surya juga mengeluh tak diajak bicara Jokowi dalam penyusunan Kabinet Indonesia Maju. "Terus terang, yang paling lucu ini Nasdem. Enggak dikasih tahu. Belum ada (pemberitahuan) sampai hari ini. Acaranya padat sekali, ya," kata Surya, saat menghadiri upacara pelantikan Presiden dan Wapres RI, di Gedung DPR, Minggu (20/10/2019), seperti dikutip cnbcIndonesia.

Bukan hanya tak diajak bicara, permintaan agar kursi Jaksa Agung tetap diberikan kepada kader Nasdem --plus kalau boleh ditambah dengan posisi sebagai Menteri Perdagangan-- juga tak dikabulkan Jokowi.

Soal kursi jaksa agung, Nasdem dikritik telah menggunakan posisi tersebut untuk merayu kepala daerah yang menjadi kader partai lain agar berpindah ke Nasdem. Ada yang mengatakan, para kepala daerah ini dikaitkan dengan masalah hukum.

Partai PDI Perjuangan disebut-sebut paling keberatan dengan praktik ini. Mereka minta Jokowi agar memberikan kursi jaksa agung kepada pejabat internal di kejaksaan.

Spekulasi makin menghangat ketika Megawati tak menyebut nama Surya Paloh, Ketua Umum Nasdem, saat pidato membuka Kongres PDI Perjuangan di Bali, awal Agustus lalu.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar luas, Megawati melengos ketika Surya bersiap menyalaminya, saat pelantikan anggota DPR/MPR di Gedung DPR, Senayan, awal Oktober.

Hingga hari-hari terakhir menjelang pengumuman kabinet, nama calon jaksa agung yang beredar adalah Noor Rohmad (Jaksa Agung Muda Pidana Umum yang baru saja pensiun) dan Jan.S.Maringka (Jaksa Agung Muda Intelijen).

Kabar yang beredar, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjagokan Noor Rohmad. Putra lelaki Noor Rohmad merupakan kader PDI Perjuangan dan terpilih menjadi anggota dewan dari daerah pilihan Jawa Barat.

Jokowi akhirnya memilih St Burhanuddin, mantan Jaksa Agung Muda Tata Negara, yang sudah pensiun empat tahun lalu. Jaksa karier yang merangkak dari bawah ini tak terlalu dikenal wartawan yang selama ini mengambil pos di kejaksaan agung.

Burhanuddin dikenal sebagai adik kandung Tubagus Hasanuddin, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, yang juga pernah menjadi ajudan Megawati.

Apakah kehadiran Presiden Jokowi malam ini dalam penutupan Kongres II Partai Nasdem akan merekatkan kembali hubungan dengan Surya Paloh. Publik dan para pengamat politik akan melihat apakah Surya Paloh merangkul Presiden dengan erat -- sangat erat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR