KEBAKARAN HUTAN

Api belum padam, kebakaran Gunung Ciremai berstatus darurat

Kawasan gunung Ciremai tampak diselimuti asap akibat kebakaran hutan di Kuningan, Jawa Barat, Kamis (20/9).
Kawasan gunung Ciremai tampak diselimuti asap akibat kebakaran hutan di Kuningan, Jawa Barat, Kamis (20/9). | Dedhez Anggara /Antara Foto

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran yang terjadi di puncak Gunung Ciremai kini berstatus waspada, sementara Pemerintah Kabupaten Majalengka yang ketepatan gunung tersebut memasang status darurat. Sejak Kamis sore (8/8/2019) hingga Jumat (9/8) pagi, kebakaran di puncak gunung setinggi 3.708 meter dpl ini belum juga padam.

Informasi sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan per Jumat (9/8) pukul 07.00 WIB, api masih menyala dan justru menyebar ke arah utara.

Pantauan darat oleh BNPB menyebutkan angin memang bertiup kencang ke arah utara. Kondisi ini memaksa personel gabungan darat memadamkan api dengan cara manual. Diperkirakan luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 308 hektare.

Petugas gabungan harus mendaki untuk memadamkan api dan mengirim kebutuhan logistik. Pemadaman dilakukan di empat jalur; yaitu Jalur Apuy (pos utama), Jalur Sadarehe, Jalur Cikaracak, dan Jalur Bantaragung.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. BNPB telah mengirimkan dua helikopter jenis Bell, satu mendarat di Bandar Udara Cirebon dan satu lagi direncanakan tiba hari ini di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

"Pemadaman dengan pengeboman air atau water-bombing baru dilakukan hari ini mengingat kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan pada malam hari kemarin," ujar Agus dalam keterangan resmi dikutip Jumat (9/8).

Heli jenis tersebut dinilai mampu mengangkut air di dalam ember sebanyak 1.000 liter. Satuan darat telah mempersiapkan kedatangan heli untuk mendukung pemadaman darat yang mengerahkan 219 personel gabungan.

Awal kebakaran terjadi di blok Gua Walet, puncak Gunung Ciremai, Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Rabu (7/8). BNPB menyebutkan pada pukul 15.10 WIB terlihat kepulan asap yang muncul dari wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka.

Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka pun mengeluarkan surat keputusan keadaan darurat kebakaran Gunung Ciremai terhitung sejak 8 Agustus 2019 hingga 14 Agustus 2019.

Pendaki sudah dievakuasi

BPBD Kuningan menginformasikan hingga Jumat pagi, seluruh pendaki berhasil dievakuasi ke wilayah aman. Total pendaki yang berhasil dievakuasi berjumlah 69 pendaki. Mereka dievakuasi dari tiga jalur pendakian yang berbeda. 33 orang di jalur pendakian Apuy, 31 dari Palutungan, dan sisanya dari Linggarjati.

BPBD Kuningan juga memastikan tidak ada pendaki pada tiga jalur lain. Otoritas taman nasional setempat pun sudah menutup jalur pendakian.

Operasi pemadaman dan evakuasi melibatkan unsur gabungan dengan jumlah total 219 personel dari BPBD Kabupaten Majalengka, BPBD Kabupaten Kuningan, TNI, Polri, personel Taman Nasional Gunung Ciremai, MPGC Apuy, MPGC Sangiang, sukarelawan, dan warga masyarakat.

Sementara itu, personel gabungan terbagi ke dalam dua wilayah; yaitu pos Apuy, Palutungan dan pos Linggasana. Sebanyak 104 personel dari BPBD Majalengka, TNI, Polri, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), MPGC Apuy, MPGC Sanghiyang, sukarelawan dan masyarakat bergerak dari pos Apuy.

Sedangkan dari pos Palutungan, 103 personel gabungan berasal dari TNGC, Polhut Perhutani, Brimob, MPGC Palutungan, masyarakat, BPBD Kuningan dan sukarelawan. Sisanya sebanyak 12 personel diberangkatkan dari pos Linggasana.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR