INTERNASIONAL

Arab Saudi terbitkan visa turis untuk pertama kalinya

Umat Islam melakukan tawaf keliling Kakbah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah umrah di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019).
Umat Islam melakukan tawaf keliling Kakbah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah umrah di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019). | Aji Styawan /Antara Foto

Ketika mendengar Arab Saudi, yang terbayang adalah ibadah haji dan umrah bagi umat muslim. Namun, baru-baru ini, negara itu mulai membuka diri selain untuk kegiatan keagamaan yang hanya mengundang jutaan umat Islam dari seluruh dunia ke sana.

Pemerintah Arab Saudi resmi akan menerbitkan visa turis bagi pengunjung dari 49 negara di seluruh dunia untuk pertama kalinya mulai Sabtu (28/9/2019). Turis dari 38 negara di Eropa, 7 negara di Asia, serta AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru, akan memenuhi syarat untuk mengajukan visa baru.

Kabar itu diumumkan oleh Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH) di sebuah acara di Ad-Diriyah, sebuah kota kuno yang sekarang menjadi tujuan wisata terkemuka pada Jumat (27/9).

"Membuka Arab Saudi bagi wisatawan internasional adalah momen bersejarah bagi negara kita," kata kepala pariwisata Ahmed Al-Khateeb dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari Arabnews, Jumat (27/9).

Al-Khateeb juga mengatakan Kerajaan Arab juga akan melonggarkan aturan berpakaian untuk perempuan asing. Jadi perempuan asing bisa berpergian tanpa jubah abaya yang masih wajib dipakai perempuan Arab jika beraktivitas di ruang publik.

Meski begitu, perempuan asing akan diminta untuk mengenakan "pakaian sederhana". Namun, Al-Khateeb tidak menjelaskan lebih detail.

Untuk mendapatkan visa ini, turis harus merogoh kocek sekitar 300 riyal atau sekitar Rp1,1 juta, dengan biaya tambahan 140 riyal (Rp528 ribu) untuk asuransi perjalanan.

Visa akan berlaku selama 360 hari dari tanggal penerbitan untuk masa tinggal 90 hari atau kurang, dan total tidak lebih dari 180 hari dalam satu tahun. Visa bisa diperoleh secara online melalui proses aplikasi tujuh menit, atau setibanya di kios mesin atau loket khusus di satu dari empat bandara internasional Arab Saudi.

Pengumuman pemberian visa ini dipasarkan secara masif di beberapa laman dan media sosial melalui kampanye video.

Kickstarting Tourism adalah salah satu fokus utama dari program reformasi Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mempersiapkan ekonomi Arab yang selama ini selalu tergantung oleh komoditas minyak sebagai sumber pendapatan utama. Sasarannya adalah orang-orang yang ingin benar-benar mengalami bagaimana rasanya berada di negara kaya minyak ini.

Pemerintah Arab menargetkan mampu menarik sekitar 30 juta pengunjung per tahun pada 2030, naik dari 18 juta pada 2016, dan menginginkan belanja pariwisata tahunan mencapai AS $47 miliar pada 2020.

Untuk itu, beberapa proyek ambisius telah diumumkan dalam beberapa bulan terakhir. Arab berencana membangun resor di sekitar 100 mil dari garis pantai berpasir Laut Merah, dan ingin membuka Six Flags (SIX), sebuah wahana wisata pada 2022.

Red Sea Initiatives atau Prakarsa Laut Merah sempat menarik perhatian konglomerat Richard Branson saat mengunjungi Arab baru-baru ini. Salah satunya, kunjungan Branson ke makam kuno di Madain Saleh, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang sedang melakukan perbaikan ekonomi, juga mengumumkan rencana untuk membangun kota metropolitan senilai AS $500 miliar yang akan melintasi perbatasan Arab sampai ke Mesir dan Yordania.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR