Asal muasal kabar bohong Marlboro jual ganja

Marijuana.
Marijuana.
© Abir Sultan /EPA

Paling tidak dalam dua hari terakhir telah berembus kabar, Philip Morris memasarkan ganja. Konon, produsen rokok transnasional itu menjajakan ganja di bawah jenama "Marlboro M" (Marlboro Marijuana).

Sejumlah media di Indonesia memberitakannya. Tempo.co menyajikan artikel bertajuk "Marlboro Jual Rokok Ganja". Informasi serupa juga bisa ditemukan di TribunNews, beserta jaringan lokalnya. Situs Eveline menyebut kabar ini bahkan menjadi buah bibir netizen.

Tempo.co mengutip kabar itu dari Daily Buzz Live (9 Maret 2015). Adapun TribunNews mengutipnya dari now8news.com (26 Oktober 2015). Ternyata, kabar itu bohong belaka, laik menyandang label hoax.

Di Amerika Serikat, kabar bohong ini sudah beredar nyaris sekitar dua tahun terakhir.

Cerita itu pertama kali dimuat di situs parodi Abril Uno. "Phillip Morris, produsen rokok terbesar di dunia, hari ini mengumumkan bahwa mereka akan bergabung dengan gerbong legalisasi ganja, dan mulai memproduksi rokok ganja," demikian tertulis di situs itu.

Sebagai informasi, Abril Uno merupakan bahasa Spanyol, terjemahan bebasnya berarti "Satu April"--identik dengan momen April Mop.

"Setiap kemiripan dengan peristiwa yang sebenarnya, orang yang sebenarnya, hidup atau mati, sepenuhnya kebetulan dan dimaksudkan murni sebagai sindiran, parodi atau lelucon," begitu penjelasan Abril Uno seputar artikel-artikel mereka.

Di laman Abril Uno tertulis bahwa artikel parodi itu dipublikasikan pada 30 Maret 2015. Namun, Mic menyebut, Abril Uno telah memuat informasi serupa sekitar dua tahun silam (Januari 2014).

Mic (25 Januari 2014) memang menjadi salah satu media yang menjernihkan kabar bohong ini. Meski demikian, Mic menulis bahwa "tidak gila" bila berpikir Philip Morris mungkin saja masuk ke bisnis ganja. Mengingat saat ini beberapa negara bagian di AS mulai melegalkan ganja.

CBSNews (19 Desember 2012) mengutip pernyataan juru bicara Philip Morris AS, Bill Phelps ihwal kemungkinan mereka melangkah ke bisnis ganja.

"Pada praktiknya, kami tidak mengomentari atau berspekulasi tentang bisnis masa depan," kata Phelps. Ia pun menambahkan, sejauh ini Philip Morris merupakan, "perusahaan tembakau di dalam bisnis manufaktur dan pemasaran produk tembakau."

Hoax: Marlboro Marijuana Cigarettes:
© Waffles at Noon

Ramai-ramai meralat artikel

Jumat pagi (30/10), jurnalis merangkap blogger, Rusdi Mathari (via Mojok.co) menyoroti kekeliruan media di Indonesia ihwal "Marlboro M". Secara khusus, Rusdi memberi penekanan pada kekeliruan Tempo.co.

Jelang siang, Tempo.co meralat kekeliruan mereka. Akses terhadap artikel "Marlboro Jual Ganja" langsung diarahkan ke laman baru bertajuk "Ganja di AS, Fenomena The Marlboro of Marijuana Belum Muncul". Artikel ini berbeda jauh bila dibandingkan dengan kabar nan keliru yang mereka publikasikan sebelumnya.

"Ada koreksi dari berita sebelumnya yang berjudul 'Marlboro Jual Rokok Ganja' menjadi 'Ganja di AS, Fenomena The Marlboro of Marijuana Belum Muncul'. Koreksi ini dilakukan karena belum ada konfirmasi resmi dari Philip Morris," demikian catatan redaksi Tempo.co.

Meski begitu, hingga artikel ini dipublikasikan, versi inggris dari artikel Tempo.co belum diralat.

Adapun TribunNews telah mengganti judul artikelnya. Mereka juga menyertakan catatan redaksi, dan pemberitahuan ralat atas kekeliruan ini.

Sekadar informasi, kabar bohong ini sebenarnya telah dikabarkan oleh media di Indonesia sejak Januari 2014. Salah satu yang memuatnya adalah Merdeka.com.

Saat itu, Merdeka.com sempat memuat dua berita bertajuk "Philip Morris bakal jual Marlboro rasa ganja" dan "Jual Marlboro ganja, saham Phillip Morris melejit 1.101 persen".

Mereka akhirnya menurunkan ralat lewat berita baru bertajuk "Kabar Marlboro bakal jual rokok rasa ganja ternyata tipuan". Berita dilengkapi dengan tautan ke dua artikel keliru sebelumnya.

Adapun Pedoman Pemberitaan Media Siber dari Dewan Pers, telah mengatur perihal ralat. Antara lain pada poin 4 butir b dan c:

b. Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.

c. Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.

Catatan redaksi: Artikel ini telah ditambahkan informasi seputar pengaturan ralat dalam Pedoman Pemberitaan Media Siber (30/10/2015, 14.00 WIB)
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.