INVESTASI

Astra Infra tawarkan AS$500 juta pada Khazanah untuk Tol Cipali

Foto udara jalan tol Cipali kilometer 116  Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019).
Foto udara jalan tol Cipali kilometer 116 Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). | Dedhez Anggara /Antara Foto

Pada awal 2019, Astra Infra, mengumumkan rencana mereka untuk menguasai 500 km jalan tol di Pulau Jawa dalam dua tahun. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan tersebut fokus pada akuisisi ruas jalan tol di Pulau Jawa.

Kabar terbaru dari Bloomberg, Astra Infra menawarkan AS$500 juta (Rp6,98 triliun) kepada Khazanah Nasional Bhd--badan usaha pengelola dana milik pemerintah Malaysia--untuk saham mereka di PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Dalam penawaran itu Astra Infra dikabarkan bermitra dengan Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB).

Khazanah, melalui anak usahanya UEM Group Bhd, menguasai 55 persen saham PT Lintas Marga Sedaya, pemegang konsesi ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali), jalur sepanjang 117 km yang menghubungkan Jakarta dengan Cirebon, Jawa Barat. Sisa 45 persen saham LMS telah dipegang Astra Infra.

Jalan tol Cipali yang selesai dibangun dan mulai diaktifkan pada tahun 2015 merupakan proyek tol pertama perusahaan Malaysia di Indonesia. Semakin ramainya jalur tersebut sepertinya menarik perhatian Astra Infra--anak perusahaan raksasa otomotif PT Astra International Tbk--untuk menguasainya secara penuh.

Menurut sumber Bloomberg, Khazanah telah melakukan rapat pada Jumat (13/9) untuk membahas penawaran tersebut. Namun Khazanah, Astra Infra, LMS, dan UEM menolak berkomentar mengenai kabar tersebut.

Astra Infra saat ini telah menguasai 353 km jalan tol yang terbagi dalam enam ruas, yaitu Tangerang-Merak (79,3 persen saham), Cikopo-Palimanan (45 persen), Semarang-Solo (40 persen), Jombang-Mojokerto (100 persen), Surabaya-Mojokerto (45 persen), dan Kunciran-Serpong (25 persen).

CEO Toll Road Business Astra Infra Group, Krist Ade Sudiyono, dalam wawancara dengan Bisnis.com (12/8), menyatakan perkembangan pesat jalan tol yang beroperasi dalam 5 tahun terakhir menjadi bukti "tingginya appetite investasi di sektor ini".

Hasrat yang sama pastinya dirasakan juga oleh Astra Infra.

Khazanah siap divestasi

Sejak awal Agustus 2019, Khazanah menyatakan tengah bergerak untuk mendivestasi beberapa investasi di luar Malaysia yang dianggap "telah matang". Menurut Direktur Pelaksana Khazanah, Datuk Shahril Ridza, pembelian dan penjualan aset bagi lembaga pendanaan adalah hal yang wajar.

"Di Khazanah tahun ini, kami telah fokus untuk lebih aktif mengatur portofolio aset guna mendapatkan untung yang lebih baik dan mengurangi tingkat utang kami, yang tak pernah naik dalam beberapa tahun terakhir," kata Shahril Ridza kepada New Straits Times (1/8).

Pada periode 2009-2017, menurut The Star Online, Khazanah telah mendivestasi aset dengan nilai total 45,30 miliar ringgit (Rp151,6 triliun). Hasil divestasi itu biasanya digunakan untuk melakukan investasi baru dan mengurangi utang, serta tak langsung diserahkan kepada pemerintah.

Kali ini, menurut Shahril, mereka juga siap berinvestasi hingga 2 miliar ringgit Malaysia (Rp6,6 triliun) hingga akhir tahun. Investasi itu, jelasnya, akan lebih banyak ditanam di dalam negeri.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR