SOROTAN MEDIA

Atasi defisit, pemerintah akan naikkan iuran BPJS Kesehatan

Calon pasien menunjukkan kartu BPJS Kesehatan saat menyelesaikan proses administrasi di RSUD Jati Padang, Jakarta, Senin (7/1/2019). Pihak RSUD Jati Padang menyatakan tetap menerima layanan pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan, meski RSUD tersebut masuk dalam daftar 52 rumah sakit di area Jabodetabek yang diputus kontrak oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Calon pasien menunjukkan kartu BPJS Kesehatan saat menyelesaikan proses administrasi di RSUD Jati Padang, Jakarta, Senin (7/1/2019). Pihak RSUD Jati Padang menyatakan tetap menerima layanan pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan, meski RSUD tersebut masuk dalam daftar 52 rumah sakit di area Jabodetabek yang diputus kontrak oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. | Aprillio Akbar /Antara Foto

Defisit keuangan BPJS Kesehatan telah mencapai angka Rp19,41 triliun dan tahun ini diperkirakan defisit itu akan membengkak menjadi Rp28 triliun. Guna menutupinya, pemerintah menyetujui rencana untuk menaikkan iuran peserta jaminan kesehatan warga tersebut. Besarnya kenaikan itu belum ditentukan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pada Selasa (30/9/2019), menyatakan kenaikan ini setelah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama berdasarkan temuan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dalam temuan tersebut, tuturnya, terdapat ketidaksesuaian besaran iuran dengan manfaat yang diterima oleh masyarakat.

Saat ini ada tiga jenis iuran BPJS Kesehatan. Iuran kelas III sebesar Rp25.500/bulan untuk masyarakat tidak mampu yang dibayarkan pemerintah. Kemudian iuran kelas II (Rp51.000/bulan) dan kelas I (Rp.80.000/bulan) yang dibayarkan oleh peserta mandiri.

Ringkasan

  • Pemerintah menyetujui kenaikan dana iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
  • Kenaikan tersebut dilakukan demi menutupi defisit yang saat ini mencapai Rp 19,41 triliun.
  • Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkirakan defisit akan membengkan jadi Rp28 triliun pada akhir tahun ini.
  • BPKP menemukan ketidaksesuaian besaran iuran dengan manfaat yang diterima oleh masyarakat.
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, sikap Kementerian Keuangan hingga saat ini siap menambal selisih iuran BPJS Kesehatan.
  • Pemerintah akan melakukan sejumlah langkah untuk menyelesaikan defisit BPJS Kesehatan. Salah satunya dengan dengan menyerahkan kontrol BPJS Kesehatan ke masing-masing daerah.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dan suara.com dengan 2 pemberitaan, diikuti peringkat kedua merdeka.com dengan 2 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 02:00 hingga 22:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 22:00 WIB dengan total 4 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh tirto.id dengan 451 interaksi, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dengan 104 interaksi. Selanjutnya merdeka.com dengan 96 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR