Aviastar hilang, seluruh pesawat jenis twin otter dilarang terbang

Humas Angkasa Pura I mencatat data pesawat Aviastar yang hilang kontak di Crisis Center Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10).
Humas Angkasa Pura I mencatat data pesawat Aviastar yang hilang kontak di Crisis Center Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10). | Sahrul Manda Tikupadang /ANTARA FOTO

Kementerian Perhubungan melarang semua pesawat perintis jenis DHC6-300 Twin Otter selama seminggu karena akan diperiksa kelayakannya. Larangan ini diberlakukan menyusul musibah hilang kontaknya pesawat Aviastar rute Masamba-Makassar Jumat (2/10) siang.

"Ini untuk memastikan keamanan penerbangan yang dilayani jenis pesawat tersebut," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo seperti dilansir Tempo.

Khusus untuk Aviastar, kata Suprasetyo, pihaknya akan memeriksa semua unit yang ada. Jika dalam pemeriksaan ditemukan aspek yang kurang memenuhi faktor keselamatan, demikian Tribunnews menulis, maka maskapai tersebut akan mendapat sanksi. "Yang kita cek bukan hanya jenis Twin Otter, karena Aviastar juga punya pesawat jenis BAE146 ada tiga," katanya.

Menurut Suprasetyo, di Indonesia pesawat bermesin baling-baling ganda itu biasa dipakai oleh maskapai penerbangan perintis, cargo, maupun carter. Kemampuannya mendarat dan lepas landas di landasan pendek membuat pesawat itu banyak dioperasikan di wilayah Indonesia Timur dan Tengah.

"Selama gruonded, aktivitas pengangkutan penumpang menggunakan pesawat jenis lain," ujarnya.

Pesawat milik maskapai Aviastar rute Masamba-Makasar hilang kontak Jumat (2/10) siang. Pesawat yang membawa 10 penumpang itu hilang selang 11 menit sejak lepas landas. Pesawat lepas landas dari Bandara A Jemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara menuju bandara Sultan Hasanudin, Makassar.

Menurut Kepala Pusat Penerangan dan Komunikasi Kementerian Perhubungan JA Barata, pesawat itu berangkat dari Masamba sekitar pukul 13.29 WIB. Seharusnya tiba di Makassar pukul 14.39 WIB. "Pesawat itu hilang kontak dengan radar pukul 06.36 UTC atau 13.36 WIB," katanya seperti dilansir detikcom.

Menurut Kepala Bidang Keamanan Angkutan Udara dan Kelaikudaraaan Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Agus Sasongko sebelum hilang, pilot pesawat sempat menyampaikan laporan ke menara kontrol atau Air Traffic Control di Makassar.

Kontak pertama terjadi sekitar 8 menit setelah take-off dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Sulaweswi Utara, Jumat, 2 Oktober pada pukul 14.25 WITA.

Kala itu, pilot melaporkan pesawat berada di ketinggian 4500 kaki. Berselang 3 menit kemudian pilot kembali mengontak menara. Mereka menyampaikan pesawat sudah berada pada ketinggian 8000 kaki. "Setelah itu, tidak ada (kontak) lagi," kata Agus.

Hingga tadi malam, tim pencari belum berhasil menemukan pesawat sebab kondisi di Masamba sedang hujan deras. Pencarian akan dilanjutkan pagi ini. Tim Basarnas, KNKT, TNI, dan Polri dikerahkan untuk melakukan pencarian.

"Semuanya sudah bergerak," kata Kepala Kepolisian Resor Luwu Utara Ajun Komisaris Besar Pol Muhammad Endro seperti dilansir CNN Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR