INDUSTRI OTOMOTIF

Awali semester II penjualan mobil melejit

Pekerja menyiapkan stan salah satu peserta pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Senin (31/7/2018).
Pekerja menyiapkan stan salah satu peserta pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Senin (31/7/2018). | Muhammad Iqbal /Antara Foto

Masa depan tampak kembali cerah bagi dunia otomotif roda empat Indonesia. Setelah hanya menjual 58.842 unit mobil sepanjang Juni 2018--angka terendah pada semester I--dagangan mereka kembali laris manis.

Mengawali semester II, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan domestik kendaraan roda empat mencapai angka 107.431 unit, atau melejit hingga 82,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Angka tersebut juga menjadi rekor baru jumlah penjualan selama sebulan. Catatan tertingi sebelumnya, mengutip CNBC Indonesia, dibukukan pada April 2014 dengan penjualan 106.124 unit.

Sementara, jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu, catatan penjualan mobil pada Juli naik 25,9 persen dari 85.354 unit.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengatakan dalam Viva, salah satu faktor pendukung kenaikan penjualan tersebut adalah kondisi ekonomi Indonesia masih positif.

Larisnya kendaraan roda empat membuat harga saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik 3,17 persen, menjadikannya saham dengan kontribusi terbesar ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga 1,72 persen.

Astra Internasional adalah perusahaan induk dari beberapa merek kendaraan ternama yang diproduksi di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, dan Isuzu.

Bersamaan dengan itu, nilai saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) juga menguat sebesar 0,71 persen.

Berdasarkan data Gaikindo, pada periode Januari hingga Juli 2018, secara akumulatif penjualan mobil domestik tumbuh 6,8 persen menjadi 661.093 unit ketimbang periode sama tahun lalu (618.860 unit).

Ini tentunya mengikuti tren pertumbuhan penjualan domestik semester 1 2018 yang lebih baik dibanding tahun lalu.

Dari data itu, Gaikindo optimistis target penjualan mobil tahun ini akan mencapai 1,1 juta unit, atau naik dari tahun lalu (1,079 juta unit).

Ekspor juga naik

Sejalan dengan penjualan domestik, ekspor kendaraan pada Juni-Juli 2018 baik dengan status ekspor utuh (CBU) maupun ekspor terurai (CKD) pun mengalami kenaikan.

Gaikindo mencatat angka penjualan 18.581 pada Juni, meningkat menjadi 31.680 pada Juli, atau naik sekitar 70,5 persen.

Mobil CBU yang diekspor utuh mencapai 22.868 unit, atau naik 62,5 persen dari bulan sebelumnya (14.075 unit). Sementara yang diekspor secara terurai mencapai 8.812 unit, atau melejit 95,6 persen dari Juni yang hanya mampu mengapalkan 4.506 unit.

Namun begitu secara umum, ekspor mobil periode Januari-Juli 2018 masih belum melampaui periode yang sama tahun lalu. Manufaktur lokal baru sanggup mengekspor 180.160 unit, dengan rincian 133.003 unit (CBU) dan 47.157 unit (CKD).

Sementara pada periode yang sama tahun lalu, para manufaktur berhasil mengirimkan 182.978 unit ke mancanegara.

Salah satu penyebab menurunnya ekspor semester 1 2018 adalah terhambatnya pengiriman kendaraan ke Vietnam karena adanya perubahan regulasi Dekret 116. Negara pengekspor diharuskan memiliki sertifikat VTA (Vehicle Type Approval).

Akan tetapi sejak Juli 2018, Indonesia sudah kembali dapat melakukan ekspor ke negara tersebut.

Toyota masih memimpin

Toyota, masih bertengger pada posisi puncak penjualan mobil domestik. Sepanjang Juli, jenama asal Jepang itu berhasil menjual 34.984 unit kendaraan, meningkat dua kali lipat dari bulan sebelumnya yang hanya tercatat 18.642 unit.

Di bawah Toyota, ada Daihatsu dengan 17.964 unit. Kemudian mengisi posisi ketiga diraih Honda dengan total penjualan sebesar 15.226 unit.

Sementara Mitsubishi yang menempati posisi keempat berhasil menjual 13.948 unit ke konsumen. Dan posisi terakhir pada lima besar, diisi Suzuki yang meraih catatan penjualan diler sebanyak 10.503 unit.

Pendatang baru asal Tiongkok, Wuling Motors, berhasil masuk daftar 10 besar mobil paling laris sepanjang Juli, yaitu dengan catatan penjualan 1.128 unit.

Berikut merek mobil dan truk terlaris sepanjang Juli 2018 seperti dirangkum detikOto:

  1. Toyota: 34.984 unit,
  2. Daihatsu: 17.964 unit,
  3. Honda: 15.226 unit,
  4. Mitsubishi 13.948 unit,
  5. Suzuki: 10.503 unit,
  6. Mitsubishi Fuso: 5.393 unit,
  7. Hino: 3.527 unit,
  8. Isuzu: 1.818 unit,
  9. Wuling: 1.128 unit,
  10. Datsun: 868 unit.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR