B737 Max 8 Lion Air masih terbang usai kebijakan grounded

Untuk sementara, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Hubungan Udara, melarang pesawat Boeing 737 Max 8 beroperasi (grounded) mulai Senin (11/3/2019). Pelarangan berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan.

Keputusan grounded diambil setelah Max 8 milik Ethiopian Air jatuh di Ethiopia pada Minggu 10/3) dan menewaskan seluruh awak pesawat dan penumpang, termasuk satu orang warga negara Indonesia.

Ini adalah kecelakaan kedua yang melibatkan Max 8. Kecelakaan pertama terjadi pada pesawat Lion Air di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018. Seluruh penumpang dan awak pesawat meninggal dunia.

Dua kecelakaan yang menimpa Max 8 hanya dalam kurun enam bulan membuat dunia internasional meradang. Sejumlah negara ramai-ramai melarang Max 8 beroperasi.

Selain di Indonesia, Tiongkok dan negara-negara anggota Uni Eropa adalah sebagian di antaranya yang melarang operasional Max 8. Di Indonesia, Lion Air dan Garuda Indonesia pun menuruti larangan tersebut.

Lion Air memiliki 10 unit Max 8 setelah satu unit jatuh di Karawang. Sedangkan Garuda Indonesia mempunyai satu unit Max 8 yang melakoni rute Jakarta - Hong Kong.

Namun, khusus Lion Air, dua pesawat Max 8 mereka masih terbang setelah kebijakan grounded dikeluarkan Kementerian Perhubungan. Dari data Flight Radar, Max 8 Lion Air bernomor registrasi PK-LQK dan nomor penerbangan JT81 masih terbang pada Selasa (12/3) atau sehari setelah kebijakan grounded berlaku.

JT81 terbang dari Thiruvananthapuram di India ke Makassar di Sulawesi Selatan. Pesawat dari Mekkah, Arab Saudi, itu mendarat pukul 13.09 WITA.

Satu pesawat lain adalah PK-LQF dengan nomor penerbangan JT622. Pesawat ini berangkat dari Shanghai menuju Denpasar pada 12 Maret 2019 dan mendarat pada pukul 09.36 WITA.

Namun setelah itu, tak ada lagi pesawat Max 8 yang beroperasi --baik milik Lion Air maupun Garuda Indonesia. Jadi 12 Maret 2019 adalah penerbangan terakhir Max 8 dari dan ke Indonesia selama kebijakan grounded belum dicabut Kementerian Perhubungan.

Sebelas pesawat Max 8 milik maskapai Indonesia kini berada di Tanah Air, bukan parkir di luar negeri yang biayanya antara lain berbasis per dua-tiga jam. Jadi, tujuh Max 8 kini parkir di Jakarta; dua unit di Denpasar, dan satu unit di Makassar.

Catatan redaksi: Ada kesalahan tik kode pesawat pada judul. Kesalahan telah diperbaiki.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR