Badai salju melanda Pantai Timur Amerika Serikat

Taksi ditinggalkan sopirnya karena terbenam salju di New York.
Taksi ditinggalkan sopirnya karena terbenam salju di New York. | John Taggart /EPA

Kawasan Pantai Timur Amerika Serikat dilanda badai salju berskala besar yang intensitasnya kian meningkat pada Sabtu (23/1). Sekitar 85 juta orang agaknya akan merasakan akibat terburuk dari bencana yang membuat 11 negara bagian AS menetapkan keadaan darurat.

Dalam warta yang disampaikan oleh kantor berita Associated Press (AP), 18 orang telah tewas dengan rupa-rupa penyebab seperti kecelakaan lalu-lintas dan hipotermia. Selain itu, lebih dari 6.680 penerbangan pada Sabtu dan Minggu dibatalkan.

Menurut laman BBC, rekor ketebalan salju tercatat di Maryland dan West Virginia yang mencapai 86 - 102 cm.

"(Badai ini) harus dianggap serius. (Orang-orang) mesti sadar mengenai bahaya dan gangguan yang akan muncul," ujar Walikota New York, Bill de Blasio dikutip CBC. Menurutnya, kota bakal menyaksikan akumulasi salju hingga setinggi lebih dari 50 cm.

Pada Jumat malam, pihak berwenang di New York meramalkan badai akan menghasilkan salju setebal 45 cm. Namun, pada Sabtu malam, ketebalan salju mencapai 71 cm. Di kawasan Central Park, taman urban yang paling banyak disambangi di AS, ketebalan salju mencapai 48 cm.

Larangan untuk bepergian pun diberlakukan. Semua jenis kendaraan, kecuali armada gawat darurat, dilarang beroperasi. Layanan kereta api ulang-alik (commuter) ditutup.

Sesekali, terlihat warga berseluncur di atas salju yang menutupi jalanan.

Tumpukan salju berujung kepada problem lain di luar kebekuan transportasi. Di daerah Virginia, sebuah gedung pertunjukan bersejarah roboh karena tidak kuat menanggung bobot salju.

Di Washington, D.C., salju turun tanpa tergesa-gesa pada Jumat sore, tapi terus tergopoh pada malamnya. CNN melaporkan bahwa pada Sabtu siang, salju telah mencapai ketebalan 33 cm. Walikota DC, Muriel Bowser, menyatakan bahwa ketebalan mungkin akan masih bertambah sekitar 25 cm seiring dengan masih turunnya salju.

Seperti layaknya New York City, ketebalan salju saat ini di Washington dapat masuk ke dalam daftar rekor. Dalam catatan CNN, hingga saat ini ketebalan salju pada 1922 masih memuncaki lis dengan tinggi 71 cm.

Salah satu faktor pemicu meningkatnya skala badai adalah kuatnya gejala El Nino. Selain itu, pemanasan global juga membawa pengaruh dalam memperburuk kondisi badai seperti yang terjadi di Pantai Timur AS.

Selain mesti berurusan dengan salju, sejumlah daerah seperti New Jersey harus menghadapi limpahan air laut menyusul kuatnya tiupan angin ribut.

Dalam warta CNN disebutkan bahwa lebih dari 50 orang harus meninggalkan rumah karena banjir, ujar direktur manajemen keadaan darurat di Atlantic City, New Jersey, Vince Jones.

Menurut Vince, gelombang "sangat tinggi" dan angin kuat "mendorong air laut untuk tumpah ke jalan".

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR