Balada Setya Novanto dan Donald Trump

Donald Trump
Donald Trump | Justin Lane /EPA

Foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto bersama dengan salah satu calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump di sejumlah media asing sejak Kamis (3/9/2015) menjadi kehebohan di dalam negeri.

Dalam keterangan foto yang dicantumkan Reuters misalnya, di situ ditulis Donald Trump (sedang memegang pundak Setya) bersama Setya Novanto setelah menandatangani perjanjian bersama Republican National Committee (RNC) di Trump Tower, Manhattan, New York. Keduanya terlihat berbinar.

Ternyata dalam kesempatan tersebut, Trump yang sedang melakukan konferensi pers usai menandatangani perjanjian bahwa dia tidak akan mencalonkan diri sebagai calon independen, memperkenalkan Setya Novanto kepada publik.

"Hadirin, ini adalah orang yang sangat luar biasa, Ketua DPR dari Indonesia, Setya Novanto. Salah satu orang yang paling berpengaruh dan dia ke sini untuk bertemu dengan saya. Kita akan melakukan hal yang luar biasa untuk AS, benar kan?" kata Trump, dalam rekaman yang beredar di YouTube.

Tak tanggung-tanggung, dikutip dari CBS News, Trump juga menanyakan hal apakah warga Indonesia menyukainya kepada Setya.

Tanpa ragu, pertanyaan tersebut dijawab Setya, "Ya, sangat, terima kasih banyak."

Berdasarkan informasi dari Kepala Bagian Tata Usaha Ketua DPR, Hani Tahapari, Setya Novanto dan Fadli Zon mengikuti agenda sidang The 4th World Conference of Speakers Inter Parliamentary Union (IPU) di New York. Acara tersebut diagendakan berlangsung dari tanggal 31 Agustus sampai dengan 2 September 2015.

Selain Setya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga hadir di tempat itu.

Fadli menjelaskan bahwa pertemuan rombongan DPR RI, termasuk Ketua DPR Setya Novanto dengan calon presiden dari Partai Republik ini bukan bagian agenda resmi yang direncanakan dan bersifat informal.

"Kami bertemu Donald Trump jam 13.00 (waktu setempat), di kantornya di Trump Plaza lantai 26. Informal saja. Bicara tentang ekonomi dan investasi Trump di Indonesia," kata Fadli melalui keterangan tertulisnya yang dirilis CNN Indonesia, Jumat (4/9/2015).

Fadli menjelaskan, dalam pertemuan informal tersebut Trump menyampaikan dua proyeknya di Indonesia, yakni di Jawa Barat dan Bali yang bekerja sama dengan perusahaan swasta nasional.

Meski demikian, Fadli membantah bahwa kehadiran Setya merupakan bentuk dukungan DPR RI kepada Trump. Menurutnya, tidak ada urusan antara DPR RI dengan pemilihan presiden di Amerika Serikat.

"Saya jawab wartawan AS tadi, ya itu terserah warga AS sendiri mau milih siapa. Bagi kami, kami senang pada Presiden AS yang mau berteman dengan Indonesia. Seperti Obama adalah teman Indonesia, juga Trump sekarang pun sebagai pengusaha adalah teman Indonesia," kata Fadli.

Fadli mengakui pertemuan dengan Trump tidak masuk ke dalam agenda resmi yang sudah dijadwalkan. "Tidak masuk acara resmi. Jadi spontan saja," ujar Fadli.

Business Insider kemudian menjelaskan rombongan Setya Novanto dan Fadli Zon membawa tas berisi hadiah dari Trump Tower Shop.

Sebuah survei terbaru di AS menunjukkan, Donald Trump masih memimpin kontes nomine bakal calon presiden Partai Republik untuk pemilu tahun depan.

Jajak pendapat Universitas Quinnipiac, menunjukkan, konglomerat itu memperoleh 28 persen dukungan dari para pemilih Republik di seluruh Amerika.

Dia mengalahkan pesaing terdekatnya, mantan dokter bedah saraf, Ben Carson, yang ketinggalan 15 poin.

Ucapan-ucapan Trump yang blakblakan terhadap para pesaingnya dan wartawan telah menarik dukungan dari sebagian kalangan Republik yang bosan dengan perdebatan politik di Washington.

Namun, gayanya yang emosional telah membuat kalangan Republik lainnya kecewa. Banyak yang mengatakan tidak akan mendukungnya.

Adapun Fadli menilai bahwa komentar kontroverial Trump, dalam masalah imigrasi misalnya, masih tergolong wajar.

"Saya pikir apa yang dia katakan baik-baik saja. Apa yang dia katakan adalah tentang imigran ilegal, dia tidak punya masalah dengan orang-orang lain, dengan orang-orang asing, dengan imigran selama mereka legal," kata Fadli seperti yang ditulis Kompas.com.

"Jadi, saya pikir itu sangat normatif. Hal yang sangat baik untuk disampaikan. Saya pikir itu sangat universal," ujarnya

Trump: One more thing, do they like me in Indonesia? /USA TODAY
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR