INTERNASIONAL

Bandara Hong Kong kembali beroperasi

Para penumpang mengantre di konter check-in saat bandara Hong Kong dibuka kembali sehari setelah aktivitas penerbangan dihentikan karena aksi protes massa anti-pemerintah, Selasa (13/8/2019).
Para penumpang mengantre di konter check-in saat bandara Hong Kong dibuka kembali sehari setelah aktivitas penerbangan dihentikan karena aksi protes massa anti-pemerintah, Selasa (13/8/2019). | Issei Kato /Antara Foto/Reuters

Bandara internasional Hong Kong kini sudah beroperasi lagi setelah dalam dua hari, Senin dan Selasa (12-13/8/2019) lumpuh akibat diduduki oleh massa anti-rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Merujuk laman resmi Bandara Hong Kong, sejumlah maskapai mulai terbang lagi pada Rabu (14/8) dini hari waktu setempat.

Sejumlah maskapai itu antara lain Cathay Pasific, Cathay Dragon, Air France, Lufthansa, KLM, Turkish Airlines, Singapore Airlines, dan British Airways. Di antara rute tujuan yang dilayani adalah Jakarta dan Surabaya, seluruhnya oleh Cathay Pasific.

Meski begitu, otoritas bandara belum bisa menjamin sepenuhnya operasi akan berjalan seperti sedia kala. Maklum, maskapai harus membenahi sistem tiket akibat pembatalan penerbangan dalam dua hari lalu.

Cathay Pasific kepada CNN.com menjelaskan bahwa masih ada potensi gangguan aktivitas penerbangan karena urusan tiket. Otoritas bandara pun mengatakan bahwa pihaknya sudah mengembalikan sistem penjadwalan terbang pada Selasa (13/8), tapi mereka tak bisa memastikan kapan antrean terbang akan beres.

Masalah lain, sejumlah penumpang khawatir terhadap keamanan mereka di bandara. Seorang penumpang melalui Twitter bahkan meminta Cathay Pasific mengganti jadwal terbang dan rute penerbangannya menuju Kanada.

Otoritas bandara pun sudah menjamin keamanan karena telah mendapat izin dari pengadilan Hong Kong untuk mengusir siapapun, termasuk para demonstran, yang menduduki area tertentu. Misalnya seperti terminal keberangkatan.

"Siapapun dilarang mengikuti atau berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa yang mengganggu ketertiban umum di bandara. Para demonstran masih boleh berada di bandara selama tidak menghalangi operasional dan hanya boleh di area tertentu yang diatur oleh otoritas bandara," ujar siaran pers Bandara Hong Kong.

Gelombang protes para pengunjuk rasa mencapai puncaknya setelah 10 pekan melakukan perlawanan terhadap RUU ekstradisi yang disebut akan menjadi "senjata" bagi Tiongkok untuk menciduk musuh-musuh politiknya di Hong Kong.

Aksi protes pro-demokrasi ini menjadi insiden politik terburuk di pusat keuangan Asia tersebut sejak mendapat kedaulatan penuh di bawah administrasi Tiongkok dari Inggris pada 1997.

Bentrokan di bandara

Para demonstran membawa berbagai selebaran yang mengecam aksi brutal polisi, termasuk menyerang warga dengan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan aksi pendudukan yang menutup akses ke terminal keberangkatan.

Para demonstran yang menduduki bandara selama lima hari beruntun melawan dengan keras. Apalagi mereka masih marah lantaran polisi melukai mata kanan seorang paramedis perempuan hingga buta permanen.

Para demonstran meneriakkan "kembalikan matanya" sembari menutup sebelah indera penglihatannya saat pasukan polisi tiba di bandara pada Minggu (11/8) malam. Bentrokan berlangsung setidaknya 30 menit.

"Kami minta maaf kepada mereka yang terpengaruh oleh aksi kami, semoga mereka mengerti alasan kami melakukan ini. Kami masih memberi ruang kepada mereka untuk melakukan check-in dan kami berusaha tidak menghalangi mereka," ujar seorang demonstran, Vanessa Lee.

Pengunjuk rasa anti RUU ekstradisi menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang terblokir tidak bisa memasuki gerbang keamanan saat demonstrasi massal di bandara internasional Hong Kong, Tiongkok, Selasa (13/8/2019).
Pengunjuk rasa anti RUU ekstradisi menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang terblokir tidak bisa memasuki gerbang keamanan saat demonstrasi massal di bandara internasional Hong Kong, Tiongkok, Selasa (13/8/2019). | Tyrone Siu /Antara Foto/Reuters

Sementara pada Selasa (13/8), polisi mundur membawa seorang lelaki yang terluka akibat dianiaya para demonstran karena dianggap sebagai mata-mata dari Tiongkok. The Guardian melaporkan massa menghalangi paramedis untuk menyelamatkan lelaki yang sudah pingsan itu.

Ada lagi seorang lelaki yang dicurigai pula sebagai mata-mata dan sempat ditahan oleh para demonstran. Belakangan diketahui lelaki itu adalah wartawan Global Times Tiongkok bernama Hu Xijin yang akhirnya dibebaskan dan dievakuasi oleh paramedis.

Dari sisi demonstran, sedikitnya 40 orang harus dilarikan ke rumah sakit --termasuk perempuan yang kehilangan sebelah penglihatannya. Adapun akibat bentrokan pada Selasa (13/8) malam, sedikitnya enam orang harus dirawat di rumah sakit.

Aktivis hak asasi manusia dan demokrasi pun mengecam tindakan polisi. Sementara paramedis di sejumlah rumah sakit di Hong Kong melakukan aksi duduk pada Selasa (13/8) untuk mengecam kekerasan polisi.

Adapun pemerintah Tiongkok menyebut para demonstran adalah "teroris". Pada Senin (12/8) malam, dua media pemerintah Tiongkok melansir video yang menunjukkan iringan kendaraan lapis baja militer negeri itu ke Shenzhen, kota perbatasan dengan Hong Kong.

Menyumbang 5 persen ke PDB

Hong Kong adalah pusat bisnis keuangan di Asia. Sementara menurut Menteri Transportasi Frank Chan, Bandara Hong Kong menyumbang 5 persen pemasukan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Aksi protes yang sudah berlangsung selama dua bulan dan penutupan bandara selama dua hari sudah pasti menganggu perekonomian negeri koloni tersebut. Bandara Hong Kong adalah satu di antara pelabuhan udara tersibuk di dunia; melayani lebih dari 1.000 penumpang dan kargo per hari.

"Ini bencana bagi Hong Kong dan memicu kerugian puluhan miliar dolar," ujar Geoffrey Thomas, direktur AirlineRatings.com, sebuah situs yang memonitor aktivitas maskapai penerbangan, Rabu (14/8).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR