INTERNASIONAL

Bandara terbesar di dunia siap beroperasi akhir September

Gambar rancangan terminal Bandara Internasional Daxing, Beijing, Tiongkok.
Gambar rancangan terminal Bandara Internasional Daxing, Beijing, Tiongkok. | Render by Methanoia /Zaha Hadid Architects

Pada akhir bulan ini, 30 September 2019, pemerintah Tiongkok rencananya bakal mulai mengoperasikan pintu masuk baru ke Ibu Kota Beijing. Namanya Bandara Internasional Daxing, kodenya PKX. Pemerintah Tiongkok membangun bandara ini dengan visi untuk menjadi salah satu yang terbesar dan tersibuk di dunia.

Saat ini ada satu bandara di Beijing, yakni Bandara Internasional Beijing Capital (BCIA) dan Bandara Beijing Nanyuan (NAY). Bandara Nanyuan adalah yang tertua di Tiongkok, tetapi saat ini hanya melayani penerbangan China United Airlines. Jadi, BCIA praktis menjadi pintu masuk utama Beijing.

BCIA, yang mulai beroperasi pada 1978 itu, telah berkembang menjadi salah satu yang tersibuk di dunia. Bahkan menempati peringkat kedua bandara tersibuk di dunia setelah Atlanta-Hartsfield Jackson di Amerika Serikat

Menurut data Dewan Bandara Internasional (AIC), sepanjang 1997 sebanyak 95 juta penumpang dan 2 juta metrik ton kargo keluar masuk Tiongkok melalui Beijing Capital Airport. Bahkan, rekor 100 juta penumpang selama setahun dicapai pada 28 Desember 2018. Padahal bandara itu hanya dirancang untuk mengakomodasi 85 juta penumpang per tahun.

Akibat penuhnya terminal dan landasan, Beijing Capital terkenal sebagai bandara dengan tingkat kepadatan dan keterlambatan yang tinggi. Padahal, Terminal 3 BCIA sempat menjadi yang terluas di dunia, sebelum rekor itu dipatahkan Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab.

Untuk memperbaiki layanan, serta mencegah penumpukan penumpang dan barang, tak ada cara selain membangun bandara baru sebagai alternatif.

Rencana bandara baru itu diajukan pada 2008 dan pada tahun 2014 pemerintah Tiongkok pun mulai membangun Bandara Daxing, yang berlokasi di selatan Beijing. Bukan sekadar bandara pendamping, Tiongkok merancang Daxing untuk pada akhirnya nanti menggantikan BCIA.

Bandara dengan terminal tunggal berbentuk bintang laut itu dirancang oleh arsitek ternama asal Irak, Zaha Hadid. Rancangan Hadid itu disetujui pemerintah Tiongkok pada Februari 2015. Namun Hadid wafat pada 2016 sehingga tak bisa menyaksikan wujud rancangannya tersebut.

Angka-angka yang mencengangkan

Bagian dalam terminal Bandara Internasional Daxing, Beijing, Tiongkok, tampak tengah dibangun (1/5/2019).
Bagian dalam terminal Bandara Internasional Daxing, Beijing, Tiongkok, tampak tengah dibangun (1/5/2019). | Wu Hong /EPA-EFE

Segala hal yang terkait bandara baru ini terbilang mencengangkan. Daxing, yang terletak 50 km di selatan Beijing, tak bisa disebut sekadar "bandara pendamping". Pemerintah Tiongkok sepertinya justru akan menjadikan bandara yang dibangun dengan biaya 80 miliar yuan (Rp158,37 triliun) itu sebagai pintu masuk utama.

Daxing didirikan pada lahan seluas total 47 km persegi, nyaris setengah luas Hong Kong. Terminal utamanya dibangun pada lahan seluas 1 juta meter persegi, menjadikannya kedua terluas di dunia setelah Terminal 3 Bandara Internasional Dubai (1,7 juta meter persegi).

Namun, untuk ukuran area yang dibangun (built up area) Terminal Daxing lebih luas dari Terminal 3 Dubai, 695.000 meter persegi berbanding 670.000 meter persegi.

Terminal tersebut disiapkan untuk melayani lebih dari 100 juta penumpang dan 4 juta ton kargo per tahun. Akan tetapi, sebagai awal, dituturkan South China Morning Post (30/8), pengelola bandara menargetkan 45 juta penumpang pada 2021, 72 juta pada 2025, dan 100 juta pada 2040.

Berbagai teknologi mutakhir dipasang pada terminal yang pembangunannya melibatkan 40.000 pekerja itu, termasuk robot untuk melayani para penumpang yang kebingungan. Selain itu, akan ada 600.000 pekerja yang menggerakkan bandara itu.

Berbagai fasilitas yang memanjakan penumpang pun telah disiapkan di bandara tersebut, termasuk gerai merek-merek ternama, tempat bermain dan penitipan anak, hingga penitipan hewan.

Soal landasan, bandara itu direncanakan bakal memiliki delapan landasan--tujuh komersial dan satu militer. Akan tetapi pada pembukaan nanti baru empat landasan yang digunakan. Pada akhirnya nanti, Daxing ditargetkan bisa mengakomodasi 300 penerbangan dan kedatangan setiap jamnya.

Tes pendaratan pertama di Daxing, menurut CGTN, telah dilakukan pada 22 Januari 2019. Kemudian pada 13 Mei, empat maskapai--China Southern Airlines (Airbus A380), China Eastern Airlines (A350-900), Air China (Boeing B747-8), dan Xiamen Airlines (B787-9), melakukan uji terbang di sana.

Pada awalnya, banyak pihak yang menganggap Daxing bakal menyulitkan penumpang karena letaknya yang relatif jauh dari Beijing dan macetnya lalu lintas. Pemerintah Tiongkok menepis kekhawatiran itu dengan membangun jalur kereta cepat yang bisa menempauh Daxing-Beijing dalam waktu 20 menit.

Selain itu, mereka juga tengah membangun jalur kereta bawah tanah yang menghubungkan Daxing dengan Beijing, BCIA, dan beberapa kota terdekat lainnya.

Letaknya yang jauh di selatan Beijing itu, menurut CNN, justru menguntungkan karena akan mengurangi kemungkinan keterlambatan. Salah satu penyebab keterlambatan di BCIA adalah terlalu banyaknya area larangan terbang di angkasa Beijing dan pengaturan yang kerap dilakukan militer Tiongkok.

Beijing Daxing International Airport PKX prepares to open on 30 September /ZahaHadid Architects
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR