Bangkai kapal berisi harta karun miliaran dolar AS ditemukan

Lukisan karya Samuel Scott yang menggambarkan penyergapan San Jose oleh angkatan laut Inggris.
Lukisan karya Samuel Scott yang menggambarkan penyergapan San Jose oleh angkatan laut Inggris. | Public Domain /Wikipedia

Bagaimana reaksi seorang presiden jika negaranya berhasil menemukan bangkai kapal perang masyhur dengan nilai muatan minimal USD10 miliar?

Ia tentu akan berkicau di Twitter. Dengan nada gembira. Meski kasus ini mungkin hanya dialami oleh Juan Manuel Santos, presiden Kolombia, ketika mengetahui bahwa sebuah galleon yang tenggelam 300 tahun silam di perairan Karibia telah diketahui lokasi karamnya.

"Kabar gembira," tulisnya dalam bahasa Spanyol pada 5 Desember lalu. "kami telah menemukan kapal San Jose! Besok, saya akan memberikan perincian (mengenai kabar itu) dalam sebuah jumpa pers dari Cartagena."

Penemuan itu mendapatkan kejelasan pada 27 November lalu sesaat setelah sebuah kelompok dengan latar kebangsaan majemuk yang dipandu Colombian Institute of Anthropology and History (ICANH) menemukan bangkai kapal dengan detail struktur sesuai catatan sejarah mengenai San Jose.

Sepanjang sejarah, belum pernah ada kapal seperti San Jose, yang mendistribusikan kargo dengan nilai sebesar itu, untuk kemudian hilang dikerkah lautan. Harta sedemikian, dilansir The Guardian, dijaring dari negara-negara koloni Amerika Selatan dan dikapalkan ke Spanyol. Tujuannya adalah, menyokong pendanaan bagi perang suksesi Raja Philip V melawan Inggris.

Pada 1708, kapal itu berhasil dilumpuhkan oleh angkatan laut Inggris di dekat Cartagena.

"Kami telah mengerahkan segala daya upaya untuk menemukan warisan nasional ini demi kebaikan seluruh bangsa Kolombia serta juga kemanusiaan," ujar Presiden Santos dikutip The Wall Street Journal. Ia tak lupa menyatakan bahwa sebuah museum akan dibangun di Cartagena untuk memaperkan barang-barang yang berhasil diangkat dari bangkai kapal.

Pihaknya mengatakan bahwa bangkai itu belum pernah tersentuh tangan manusia. Kendaraan selam tanpa awak telah berulang-alik ke lokasi dan berhasil mengambil foto meriam bercap lumba-lumba. Dikabarkan, kanon itu tidak mengalami kerusakan parah.

Namun, bukan Kolombia semata pihak yang mengklaim bagian dalam urusan harta karun miliaran dolar itu.

Pada 2013, Kolombia meloloskan legislasi yang melindungi muatan kapal yang karam di perairannya sebagai warisan budaya. Hal itu dimaksudkan untuk menghalangi firma pencarian bangkai kapal swasta untuk mengakui harta temuannya.

Masalahnya, demikian The Wall Street Journal, tidak semua barang terlindungi oleh undang-undang tersebut.

San Jose dan harta yang terkandung di dalamnya telah terpilin ke dalam balutan perseteruan hukum yang melibatkan pemerintah Kolombia dan Sea Search Armada--yang di permodalannya disetor antara lain oleh mendiang aktor Michael Landon dan penasihat Gedung Putih era Presiden AS Richard Nixon, John Ehrlichman.

Pada awalnya, SSA bekerja sama dengan pemerintah Kolombia. Namun, pada awal dasawarsa 1980-an, perusahaan itu yakin telah menemukan lokasi bangkai San Jose.

Kolombia pun tak ingin kalah manuver. Mereka menyatakan kepemilikan atas bangkai tersebut. SSA terbakar. Firma itu melayangkan gugatan ke pengadilan AS, yang kemudian memutuskan bahwa San Jose adalah milik negara Kolombia.

Kapal San Jose dulunya adalah bagian dari armada Spanyol yang berlayar ke benua Amerika dan melahap emas, perak, zamrud, serta batu mulia jenis lain. Inggris berupaya memotong lajunya demi merusak suplai keuangan bagi militer Spanyol.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR