BENCANA ALAM

Banjir bandang bikin sebagian kota Sentani tertutup lumpur

Sejumlah kendaraan di depan permukiman TNI Angkatan Udara tertimbun lumpur akibat banjir yang menerjang kota Sentani di Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019).
Sejumlah kendaraan di depan permukiman TNI Angkatan Udara tertimbun lumpur akibat banjir yang menerjang kota Sentani di Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). | Kristianto Galuwo /Beritagar.id

Sebagian kota Sentani di Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019), diliputi lumpur akibat banjir bandang pada Sabtu (16/3) malam WIT. Titik terparah terdapat di depan permukiman TNI Angkatan Udara Sentani sehingga belasan rumah dan mobil tenggelam oleh lumpur.

Seorang warga, Lanus Medlama, menceritakan banjir disebabkan luapan air Kali Toladan sekitar pukul 20.00 WIT setelah hujan deras turun sejak pukul 18.00 WIT, Sabtu (16/3). Empat kandang babi di permukiman Kampung Toladan hanyut dan menghilangkan sembilan ekor babi.

"Tidak ada korban jiwa di kompleks ini. Ada dua mobil hanyut semalam di kali ini. Tapi kabarnya mobil itu hanya diparkir, tak ada korban jiwa," kata Lanus kepada Beritagar.id.

Meski sebagian wilayah tertutup oleh lumpur, akses menuju kota Sentani tak terhambat. Pantauan Beritagar.id menunjukkan jembatan penghubung Jayapura dan Sentani di Kampung Harapan yang berdampingan dengan Stadion Papua Bangkit hanya mengalami retak di sisi kanan.

Perkampungan di depan komplek TNI Angkatan Udara Sentani memang paling parah. Luapan Kali Kemiri di sekitarnya turut meluapkan ratusan batang kayu ke jalan raya hingga menutup satu lajur.

Sementara di daerah perkotaan, jembatan di kompleks Tahara retak. Lumpur bercampur air mengikis sisi kiri Hotel Tahara.

Masuk lebih dalam ke kota Sentani, beberapa sisi pagar TNI Angkatan Darat Yonif 751/Raider roboh dan air bercampur lumpur masih mengalir setinggi betis orang dewasa pada Minggu (17/3) pagi WIT.

Seorang anggota Basarnas Jayapura, Isdaulan, mengatakan baru saja mengevakuasi belasan korban meninggal di Komplek Kemiri. Tidak heran ambulans lalu-lalang dari Jayapura dan Sentani sejak Minggu (17/3) pukul 06.00 WIT.

"Kalau semalam di Pos 7 bagian atas juga ada 12 jenazah dan di Sereh ada lima jenazah. Tapi data jelas semua di RS Bhayangkara Jayapura. Karena banyak jenazah dikumpulkan di Puskesmas Sentani Kota, baru dibawa ke sana," katanya.

Sebuah pesawat terdampar di tepi jalan setelah terseret arus banjir bandang yang melanda Lapangan Terbang Mission Advent, Sentani, Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019).
Sebuah pesawat terdampar di tepi jalan setelah terseret arus banjir bandang yang melanda Lapangan Terbang Mission Advent, Sentani, Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). | Kristianto Galuwo /Beritagar.id

Basarnas melanjutkan evakuasi di Kampung Doyo Baru dan beberapa perumahan di sana untuk mengangkut korban-korban yang luka dan patah tulang. Hingga pukul 14.30 WIT, menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol AM. Kamal, pihaknya sedang mengidentifikasi 61 kantong jenazah yang dibawa dari Sentani ke RS Bhayangkara.

"Tapi total korban ada 68 jenazah. Yang tujuh korban di Kota Jayapura," katanya. Adapun korban luka mencapai 43 orang.

Sejumlah posko bantuan dan dapur umum pun mulai berdiri sejak pukul 10.00 WIT tadi. Salah satu dapur umum dibangun Brimob Kotaraja Jayapura.

Dapur umum itu didirikan berdekatan dengan lapangan terbang (lapter) Mision Advent. Ini adalah salah satu titik terparah akibat banjir, termasuk menyeret satu pesawat jenis PK-BSF dan satu helikopter hingga ke tepi jalan.

Brigadir Pol Nono yang bertugas sebagai Koki Kepala di dapur umum itu menyatakan tersedia 500 bungkus nasi goreng. Masyarakat bisa datang ke lokasi ini untuk mendapatkan ransum makanan.

"Tadi kami baru menyuplai 300 porsi ke titik-titik yang terdampak. Korban juga bisa ke posko dan kami menyediakan makan malam," katanya.

Sementara Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, sudah ada 4.150 warga Kabupaten Jayapura yang mengungsi akibat banjir bandang tersebut. Mereka menyebar ke sejumlah posko pengungsian.

"Para pengungsi tersebar antara lain di kompleks perumahan Gajah Mada ada 1.450 orang, rumah jabatan Bupati Jayapura 1.000 orang, kompleks BTN Bintang Timur 600 orang, HIS 400 orang, SIL 300 orang, dan Doyo 200 orang," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR