CUACA EKSTREM

Banjir di lautan pasir Bromo fenomena alam biasa

Lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, pada situasi normal, Kamis (8/11/2018).
Lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, pada situasi normal, Kamis (8/11/2018). | Oky Lukmansyah /Antara Foto

Sebuah video menunjukkan aliran air mirip sungai di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, tersebar di media sosial. Dalam video, aliran terlihat cukup deras, dengan air yang berwarna kecokelatan.

Video tersebut menghebohkan warganet. Namun begitu, ini hanya peristiwa alam biasa.

Humas TNBTS, Sarif Hidayat, menjelaskan bahwa fenomena tersebut terjadi pada Jumat (25/1/2019) sekitar pukul 14.00 WIB sampai 17.45 WIB. Saat itu curah hujan intensitas tinggi tengah mengguyur kawasan Bromo.

"Ini hanya fenomena biasa saja, Laut Pasir Bromo berada pada posisi yang dilingkari oleh beberapa pegunungan, yaitu Pegunungan Tengger, Bromo, Batok, Widodaren, Wetangan, dan Keciri," jelas Sarif, seperti dikutip Antaranews, Sabtu (2/2).

Tak heran kemudian wilayah ini menjadi lokasi limpahan air dari pegunungan sekitarnya. Limpahan air akan semakin banyak apabila curah hujan di kawasan wisata Bromo berintensitas tinggi. Lautan pasir yang secara geografis berada di bagian dasar pegunungan pun dengan mudah menjadi seperti baskom untuk menerima limpahan air.

Debit air yang cukup banyak plus struktur pasir dengan kemampuan menyerap air yang tinggi menciptakan aliran bak sungai. Itulah yang terlihat dalam video yang tengah viral tersebut.

Meski demikian, kondisi air mengalir hanya akan berlangsung sebentar. "Karena sifat dan struktur pasir itulah yang justru menyebabkan aliran air dalam jumlah besar tidak berlangsung lama atau hanya berlangsung sekitar 1 jam. Air segera surut dan kondisi akan normal seperti biasanya," jelas Sarif dikutip Jawa Pos, Sabtu (2/2).

Aliran sungai tersebut kemudian bermuara di Blok Mendongan sebelah barat laut Pasir atau timur laut Blok Watu Kuto. Selanjutnya akan muncul sumber mata air di Desa Ngadirejo, Sapi Kerep, Wonokerto, Ngadas, dan Umbulan Sukapura.

Bahkan aliran air ini juga akan sampai di pemandian Banyu Biru dan Umbulan Lain di Kabupaten Pasuruan, di sekitar Kawasan Bromo Tengger Semeru.

Kendati begitu, Sarif tetap mengimbau para wisatawan untuk waspada. Maklum, cuaca ekstrem diprediksi masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Bagi wisatawan atau pengunjung yang kebetulan melewati atau berada pada lokasi kejadian (Laut Pasir) tersebut akan menyulitkan untuk melakukan mobilisasi. Kami harap wisatawan tetap waspada dan tenang saat fenomena itu terjadi," ucap Sarif dalam Times Indonesia, Sabtu (2/2).

TNBTS juga berpesan agar pengendara agar jalur aman yang sudah tersedia dan tidak membuat jalur-jalur baru saat melewati lautan pasir. Wisatawan juga disarankan mengantongi informasi yang cukup mengenai kondisi pada saat mengunjungi kawasan wisata Bromo dan sekitarnya.

Untuk itu, pihak TNBTS akan terus menyiagakan personel untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan di dalam kawasan wisata Bromo, serta akan memberikan informasi yang memadai mengenai fenomena atau kejadian yang terjadi di dalam kawasan wisata alam tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR