BENCANA ALAM

Banjir ganggu akses ke bandara di Samarinda

Petugas kepolisian membantu warga yang kesulitan menuju bandara APT Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, karena akses jalan tergenang banjir pada Kamis (13/6/2019).
Petugas kepolisian membantu warga yang kesulitan menuju bandara APT Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, karena akses jalan tergenang banjir pada Kamis (13/6/2019). | Sri Gunawan Wibisono /Antara Foto

Banjir yang melanda tiga kota di Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk ibu kota Samarinda, selama sepekan terakhir mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda.

"Saya terpaksa membatalkan penerbangan karena tidak memperoleh angkutan menuju bandara," keluh seorang calon penumpang bernama Yovanda saat dihubungi Beritagar,id, Kamis (13/6/2019).

Banjir di kota Samarinda, Bontang, dan sebagian Kutai Kartanegara dilanda banjir secara bersamaan. Ketinggian air maksimal 130 centimeter merendam jalan-jalan utama di tiga kota tersebut.

Repotnya, Jalan DI Panjaitan sebagai akses menuju Bandara Pranoto di Samarinda pun tergenang. Kendaraan bermotor kesulitan menjangkau bandara yang berbatasan dengan Bontang itu. Tak banyak kendaraan yang mau dan mampu meneboros banjir.

"Tidak ada yang mau mengantar ke bandara, tidak ada angkutan kota yang beroperasi. Terpaksa membatalkan penerbangan ke Jakarta," papar Yovanda.

Kenyataan di lapangan, sepanjang Jalan DI Panjaitan lumpuh total, demikian pula ruas jalan PM Noor - Gunung Linggai. Semuanya adalah jalur menuju bandara Samarinda.

Konsentrasi calon penumpang pesawat terlihat memadati Jalan DI Panjaitan dan kawasan Lempake. Mereka menumpang kendaraan seadanya agar bisa tepat waktu ke bandara. "Saya harus menunggu lama mengantre angkutan truk ke bandara," keluh Rizki.

Bisa dimaklumi bila Rizki tergesa mengejar pesawatnya yang menurut jadwal berangkat Kamis (13/6) sore. Ia pun akhirnya menumpang truk yang bersedia membawanya ke area bandara.

Setibanya di terminal, warga Samarinda ini pontang-panting mengejar pesawatnya. "Sempat panik, takut ketinggalan pesawat," paparnya.

Sebenarnya bukan hanya calon penumpang yang terganggu oleh banjir. Aktivitas penerbangan sejumlah maskapai pun harus dijadwal ulang.

Maskapai Lion Air bisa memaklumi kondisi darurat penerbangan selama banjir ini. Beruntung jadwal penerbangan mereka ke Jakarta, Makassar, Yogyakarta, Denpasar, dan Surabaya relatif tidak terganggu.

"Penerbangan kami normal semua dari Samarinda," ujar Humas Lion Air Samarinda, Danang Mandala Prihantoro.

Selama banjir, Lion Air memaksimalkan potensi layanan penumpang dan berkoordinasi dengan pihak bandara. Aparat lapangan bahkan menjemput penumpang sekaligus kru pesawat dengan menembus banjir.

"Tim lapangan mengantarkan kru Lion Air melalui banjir menuju bandara," tukasnya.

Otoritas Bandara Pranoto pun memusatkan sarana transportasi penumpang di kawasan Alaya, Samarinda. Di lokasi ini telah menunggu truk pengangkut penumpang milik TNI/Polri, Basarnas, BPBD, Tim Pemadam Kebakaran dan Palang Merah Indonesia.

"Kami siapkan layanan transportasi menuju bandara di lokasi terjangkau kendaraan truk di Alaya dan Terminal Lempake," kata Kepala Bandara APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi, sambil menambahkan, ada beberapa titik yang belum bisa ditembus truk.

"Bus Damri belum berani menerobos genangan banjir lantaran masih cukup dalam. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu transportasi penumpang pesawat," imbuhnya.

Di sisi lain, Bandara Pranoto pun terdampak minimnya jarak pandang pilot di landasan pacu. Otoritas penerbangan terpaksa menunda hingga mengalihkan penerbangan lewat Bandara Sepinggan di Balikpapan.

Meskipun demikian, Dodi mengklaim penerbangan secara keseluruhan berjalan normal sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pelayanan penerbangan dimaksimalkan melampaui batas operasional Bandara Pranoto.

Sejauh ini Bandara Pranoto belum mengevaluasi dampak negatif kerugian banjir dalam layanan penerbangan penumpang pesawat. "Semua berjalan normal, tidak ada masalah," tutur Dodi.

Bandara Pranoto menerima dan memberangkatkan 39 pesawat berbagai rute hingga pukul 18.24 Wita. Total penumpang bandara tercatat sebanyak 4.217 jiwa. "Penerbangan terakhir rute tujuan Yogyakarta tepat pukul 18.24 Wita," ujarnya.

Bandara Pranoto dan Bandara Sepinggan adalah titik arus mudik moda transportasi udara di Kaltim. Di Sepinggan, penumpang mencapai 15.319 orang, jauh di bawah pemudik 2018 yang berjumlah 22.655 penumpang.

Sedangkan di Bandara Pranoto mengalami pertumbuhan 30 persen penumpang atau ada 6.000 ribu jiwa pemudik. Bandara ini normalnya melayani 4.000 penumpang berbagai rute tujuan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR