BENCANA ALAM

Banjir melanda 15 kabupaten di Jatim, Kabupaten Madiun terparah

Jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono KM 603-604 di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terendam banjir pada Kamis (7/3/2019). Jalan tol pun hanya membuka berfungsi satu ruas dengan sistem buka tutup.
Jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono KM 603-604 di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terendam banjir pada Kamis (7/3/2019). Jalan tol pun hanya membuka berfungsi satu ruas dengan sistem buka tutup. | Siswowidodo /Antara Foto

Tidak tanggung-tanggung, 15 kabupaten sekaligus di Jawa Timur (Jatim) terendam banjir akibat hujan deras pada Rabu (6/3/2019). Banjir terjadi lantaran sungai dan drainase tidak mampu menampung curah hujan tinggi akibat fenomena curah hujan Madden Julian Oscillation di Samudera Hindia.

Menurut siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (7/3), sedikitnya 12.495 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi ini. Sebagian dari mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Adapun 15 kabupaten termaksud adalah Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan dan Blitar. Sedangkan banjir terparah melanda Kabupaten Madiun.

Banjir akibat luapan sungai Jeroan, anak sungai Madiun, ini menggenangi 39 desa dan 8 kecamatan di Kabupaten Madiun. Akibatnya 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak sehingga Bupati Madiun Ahmad Dawami menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari atau pada 6-19 Maret 2019.

Saat ini, Jumat (8/3), banjir di Kabupaten Madiun sudah relatif surut. Namun, seperti dilaporkan Kompas.com, 1.500 warga Madiun tetap mengungsi ke beberapa posko karena khawatir ada banjir susulan.

Ahmad mengatakan hanya tinggal satu kawasan yang masih tergenang banjir, Dusun Pojok di Desa Sogo. Ini adalah wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi.

Sedangkan hingga Kamis (7/3), tinggal tiga posko yang masih dihuni para pengungsi. Masing-masing adalah di Kantor Kecamatan Balerejo, Kantor Desa Garon, dan Kantor Desa Glonggong.

"Pengungsi sangat terkendali, kami siapkan kebutuhan mereka. Makanan dan kebutuhan kesehatan. Banyak yang sudah pulang," kata Ahmad dikutip Surya.co.id.

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, langsung meninjau kawasan bencana di Madiun, Kamis (7/3). Khofifah melakukan koordinasi di posko pengungsi di kantor Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Khofifah mengingatkan agar para aparat berwenang mempersiapkan rehabilitasi setelah masa tanggap darurat usai. Dawami pun menyiapkan penangangan jangka pendek dan jangka panjang.

Penanganan jangka pendek adalah menyiapkan karung pasir (sandbag) di tanggul Balarejo. Sedangkan penangangan jangka panjang adalah membuat plengsengan di tepi sungai Jeroan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

"...sekaligus sebagai pembatas antara daerah aliran sungai dan kawasan daratan di perkampungan warga," ujar Dawami dilansir Antara (h/t IDN Times).

Contra flow di ruas tol Ngawi - Kertosono

Banjir di Kabupaten Madiun juga membuat ruas tol Trans Jawa lumpuh sebagian. Banjir setinggi 1 meter menggenangi ruas tol Madiun sepanjang 1 kilometer (km) di KM 603 hingga KM 604, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo.

Alhasil arus lalu lintas sepanjang 5 km dari arah Surabaya ke Solo mulai KM 607 hingga KM 602 berbentuk contra flow. Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, dalam TribunJateng.com, mengatakan sistem contra flow akan berlaku hingga banjir benar-benar surut.

Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno, yang mengurus ruas tol tersebut, mengatakan ini adalah banjir edisi pertama sejak jalan tol itu beroperasi mulai Desember 2018. Banjir ini juga paling parah karena saat pembangunan jalan tol pun pernah mengalami banjir.

"Ini yang paling parah selama tiga tahun belakangan," katanya. Iwan menegaskan para pengelola jalan tol tak bisa memompa air ke luar jalan tol karena sisi timur dan barat jalan tol pun terendam air.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugihartanto, menduga banjir disebabkan tanggul sungai Jeroan jebol. Namun Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, dalam detikFinance, mengatakan banjir di jalan tol akibat luapan sungai Glonggong yang letaknya di wilayah Simpang Susun Madiun KM 604+000.

"Juga ada 4 saluran crossing (cross drain) di dekat lokasi banjir yang melintang di bawah jalan tol. Namun debit air saat ini sangat tinggi, sehingga jalan tol terendam," katanya, Kamis (7/3).

PT NKJ akan berkoordinasi dengan pemerintah agar banjir tidak lagi menggenangi ruas jalan tol Ngawi - Kertosono ini. Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bakal memperbaiki tanggung sungai sesegera mungkin.

Basuki memperkirakan perbaikan tanggul akan memakan waktu sekitar 2 hari. Namun Kementerian PUPR juga akan menormalisasi sungai Jeroan, anak sungai Madiun yang juga anak sungai Bengawan Solo.

"Sungainya yang pertama kali, sungainya dulu normalisasi supaya melancarkan jalan itu, kemudian kita cek drainase-drainasenya...," tambah Basuki.

Banjir di beberapa daerah lain

Bencana hidrometeorologi yang sudah diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini juga melanda sejumlah wilayah lain. Di Klaten, Jawa Tengah, banjir setinggi maksimal 50 cm melanda 15 desa di 4 kecamatan.

Sementara di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, longsor dan banjir melanda Kecamatan Komodo dan Mbliling, Kamis (7/3) pagi WIT. Akibatnya, menurut laporan Kapusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, 2 orang meninggal dunia, 6 orang hilang dan 3 orang luka-luka.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar). Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jabar mengatakan 11 kecamatan di Kabupaten Bandung tergenang.

Namun begitu, ini memang wilayah langganan banjir --terutama di Kelurahan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot. "Untuk pengungsi, data sementara yang masuk ke kami, itu sekitar 1.800-an warga mengungsi. Mereka menyebar, mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Achmad Djohara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR