BJ HABIBIE WAFAT

Banjir pesan duka untuk BJ Habibie

FOTO DOKUMENTASI. Mantan Presiden BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).
FOTO DOKUMENTASI. Mantan Presiden BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). | Akbar Nugroho Gumay /ANTARA FOTO

Kepergian Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, pada Rabu malam (11/9/2019) menyisakan duka untuk banyak orang karena jasa yang diberikan sang negarawan. Pesan duka banjir berdatangan dari kepala negara, tokoh masyarakat, dan rakyat.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dalam cuitan di Twitter menunjukkan bela sungkawa yang mendalam bagi kepergian Habibie. Ia menyebutkan, Habibie sudah membawa perubahan besar bagi bangsa Indonesia. “Keberaniannya dan visinya dalam era reformasi sangat dihargai di Australia,” ucap Scott.

Hal senada dilontarkan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang mendoakan Habibie terus diberikan rahmat oleh Tuhan. “Sesungguhnya kepergiannya satu kehilangan besar,” ucap Mahathir.

Habibie menjadi pemimpin negara ini di kala krisis melanda, sejak Mei 1998 hingga Oktober 1999, menggantikan Presiden kedua, Soeharto, yang telah menjabat hingga 32 tahun.

“Saya tidak pernah tertarik atau ingin menjadi presiden, itu terjadi secara tidak sengaja. Saya harus mengambil alih karena Presiden Soeharto mengundurkan diri. Saat itu, saya hanya berpikir mengatasi masalah dan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat," ujar Habibie kepada Kompas.com.

Perubahan besar banyak dilakukannya, seperti membebaskan para tahanan politik Orde Baru, membuka keran kebebasan pers yang telah dibelenggu tiga dekade, hingga membuat industri penerbangan.

Habibie juga mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), organisasi yang menyatukan para pemikir, ilmuwan, dan teknokrat dari berbagai sektor. Ekonom Didik J Rachbini sekaligus pengurus ICMI menyebut pemikiran Habibie mengembangkan teknologi sejak 1980-an menjadi bagian dari “modernisasi Indonesia”.

“Warisan pemikian dan usaha Prof Habibie dalam bidang teknologi semestinya bisa dilanjutkan untuk memperkuat Indonesia dalam bidang teknologi," katanya Didik dalam pesan resmi yang diterima Beritagar.id.

"Warisan PT PAL untuk bidang perkapalan, PINDAD untuk persenjataan, IPTN untuk kedirgantaraan seharusnya masuk dalam kerangka undang-undang pembangunan teknologi nasional dan kekuatan militer agar Indonesia tidak diremehkan oleh dunia internasional."

Usai menempuh studi di RWTH Aachen University, Jerman Barat, dan bergelar doktor ingenieur dengan predikat summa cum laude, karier Habibie moncer. Ia menjadi Wakil Presiden di perusahaan pesawat Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB) di Hamburg.

Soeharto yang saat itu mempin Indonesia, memintanya kembali ke Tanah Air dan mendaulat sebagai Menteri Riset dan Teknologi sejak 1978 sampai 11 Maret 1998. Selepas itu, Habibie memegang beberapa jabatan penting di bidang teknologi, seperti Direktur Utama PT PINDAD.

“Habibie sosok moralis dan rasional yang memadukan imtak (iman dan takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang sangat relevan bagi bangsa Indonesia di era modern,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashie, mengenang.

“Tidak banyak tokoh utama di Republik ini yang memiliki karakter dan kualitas lengkap sebagai negarawan sekaligus tokoh kemajuan yang menjadi idola dan role model generasi muda bangsa lintas.”

Sosok yang cinta istri

Banjir duka juga datang dari warganet, yang tak hanya mengagumi Habibie karena sederetan prestasi, tapi juga kecintaannya yang tulus pada sang istri sampai maut menjemput.

“Pasangan romantis yang mengajari kita soal cinta sejati. Cintamu, dedikasimu, akan selalu diingat. Saatnya beristirahat dan bertemu sang kekasih,” seperti cuitan akun @Semut_Ibrahim_.

Kecintaan Habibie kepada Ainun tampak saat ia menuliskan buku Habibie & Ainun sebagai wujud kesedihannya yang mendalam akibat ditinggalkan sang istri. Buku ini kemudian diangkat ke layar lebar.

Kalimat yang melekat dalam film Habibie & Ainun untuk menggambarkan kasih tersebut: "Jangan tinggalkan saya, Ainun.”

Dalam sebuah wawancara dengan presenter Najwa Shihab di MetroTV, Habibie mengaku ia tak takut mati setelah ditinggal Ainun. Ia bahkan sudah memesan kavling tanah di Taman Makam Pahlawan di sebelah Ainun.

“Andaikata saya sampai waktunya masuk ke dalam dimensi dan keadaan Ainun, saya tahu yang akan menemui saya bukan hanya ibu saya dan keluarga tapi Ainun akan menyapa, ‘Hei, kamu sekarang sudah di sini ya’.”

Selamat tinggal Eyang Habibie, jasamu dan kasihmu terkenang sepanjang masa...

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR