Banjir rendam sebagian Sumatera

Pengendara sepeda motor terperosok ke dalam lubang ketika melintasi genangan air yang merendam kawasan permukiman penduduk di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (8/2). Hujan deras beberapa hari ini membuat sebagian Sumatera dan Bangka Belitung direndam banjir.
Pengendara sepeda motor terperosok ke dalam lubang ketika melintasi genangan air yang merendam kawasan permukiman penduduk di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (8/2). Hujan deras beberapa hari ini membuat sebagian Sumatera dan Bangka Belitung direndam banjir.
© Irsan Mulyadi /Antara

Musim hujan tampaknya sedang memuncak. Menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik Mulyono Rahadi Prabowo, intensitas curah hujan akan makin tinggi. "Puncak hujan diprediksi pada Januari ke Februari dan intensitas hujan akan semakin tinggi pada 25-28 Januari," kata Mulyono di Gedung BMKG Jakarta, Jumat (22/1) malam seperti dikutip dari CNN Indonesia. Prediksi itu tak sepenuhnya meleset.

Beberapa daerah di Jawa terendam banjir dan tanah longsor. Di Purworejo, Jawa Tengah tujuh orang ditemukan tewas terkubur longsoran tanah. Di Sukoharjo, Jawa Tengah banjir merendam perkampungan penduduk. Di Cilacap, Jawa Tengah, longsor meruntuhkan tanah dan jalanan. Sidoarjo, Jawa Timur juga direndam banjir.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menaksir sekitar 100 juta warga rentan menjadi korban banjir dan longsor. Rinciannya 63,7 juta jiwa di Indonesia yang terpapar bahaya banjir dengan kategori sedang dan tinggi. Bencana longsor, juga mengancam 40 juta jiwa di Indonesia dengan kategori yang sama.

Sutopo membandingkan, banjir Januari 2016 lebih sedikit dibanding dengan dengan banjir Januari 2015.

Tapi ini bukan alasan untuk tak waspada. Di beberapa daerah lain banjir justru makin menggila. Sebagian wilayah di Sumatera dan Kepulauan Bangka-Belitung, banjir sudah menggenang beberapa hari ini.

Di Kabupaten Limapuluh Kota, hujan yang mengguyur sejak Jumat (5/2) membuat jalur Pekanbaru-Padang putus. Air menguasai kabupaten di Sumatera barat itu. "Banjirnya sudah sejak kemarin sore. Tapi debit air terus meluap. Pagi ini sudah mencapai 4-5 meter," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluh Kota Rahmadinol, seperti dikutip dari Tempo.co. Berikut sebagian daerah di Sumatera yang dilanda banjir.

Sumatera Barat

Di Sumatera Barat, 10 kota dan kabupaten terendam banjir dan longsor. Bencana paling parah menyerang Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Solok Selatan.

Menurut pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat Zulfiatno, seperti ditulis Tempo.co, enam orang tertimbun longsor di Jorong Taratak Tinggi, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Lima korban ditemukan tewas. Satu korban masih dicari Selasa (9/2) ini. Tiga kecamatan di Solok Selatan juga diserang banjir, di kecamatan Pauh Duo, Sungai Pagu, dan Sangir. Ribuan rumah terendam.

Di Kabupaten Limapuluh Kota, Sungai Maek dan Sungai Batang Sinamat meluap karena hujan lebat. Akibatnya seribuan rumah terendam. Jalan utama Sumatera Barat-Riau juga terputus karena banjir di Kilometer 172 di Jorong Sopan dan di Kilometer 176-179. Pejabat Bupati Limapuluh Kota Yendri Thomas hal terpenting yang harus dilakukan adalah mendirikan posko banjir dan dapur umum. Sebab, banyak warga yang kekurangan logistik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat R. Pagar Negara mengatakan banjir dan longsor juga melanda Kabupaten Dharmasraya, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pasaman, Kota Solok, dan Kabupaten Solok. Kabupaten Tanah Datar dihantam longsor.

Bangka Belitung

Di Provinsi Bangka Belitung, hujan yang menguyur beberapa hari lalu membuat kora Bangka direndam banjir sejak Minggu (7/2). Di Kerantai, Puput, ikut terendam air dengan ketinggian 1,5 meter. Ada sedikitnya 100 rumah yang terendam air. Aswin Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Bangka Belitung mengatakan tim evakuasi dari BPBD dikerahkan di beberapa kawasan saja. Karena jumlah daerah tak sebanding dengan jumlah tim.

"Kendala kita ini banjirnya merata, personil terbatas dan beberapa ruas jalan yang akan dilalui terputus," katanya seperti dilansir Tribunnews.com.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) wilayah terendam antara lain Kecamatan Taman Sari, Rangkui, dan Bukit Intan. Tiga kelurahan diberitakan terdampak banjir di Rangkui, yaitu Kelurahan Kp. Bintan, Pasir Putih, dan Parit Lalang.

Pemerintah setempat masih mendata korban jiwa dan kerugian materiil. BPBD Provinsi Babel bersama Basarnas dan Polri mengevakuasi warga ke tempat yang aman.
Banjir masih menggenang hingga semalam dengan arus kencang dan tinggi muka air 130 cm. BPBD setempat memasang tali jiwa untuk mengevakuasi korban. Sementara itu, kondisi cuaca masih hujan dengan intensitas tinggi.

Aceh

Tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh terendam air sejak Senin (8/2). Ribuan penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi kepada SP, Selasa (9/2) mengatakan, tujuh Kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air antara satu hingga dua meter.

Lokasi terparah banjir saat ini adalah Kecamatan Ranto Peureulak, Pante Bidari dengan ketinggian air 1-2 meter, sedangkan lima kecamatan lain terendam adalah Kecamatan Julok, Darul Fallah, Nurussalam, Banda Alam, dan Idi Tunong.

Banjir terjadi karena meluapnya sungai Krueng Peureulak dan Arakaundo. Akibat banjir besar itu sebanyak 1.197 kepala Keluarga di Kecamatan Ranto Peurulak dan Pante Bidadari diungsikan ke tempat lebih tinggi, karena banjir disana mencapai dua meter.

Medan

Delapan kecamatan di Kota Medan, Sumatera Utara direndam banjir. Hujan sejak Minggu (7/2) sampai Senin (8/2) sore membuat beberapa kawasan penuh oleh air. Di kawasan Sari Rejo, ketinggian air lebih dari satu meter. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan, Hannalore Simanjuntak menyatakan, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir yang melanda di Medan.

"Ini terjadi akibat hujan berkepanjangan yang membuat sungai meluap. Kami terus memantau perkembangan dan jika kondisi genangan maupun luapan air semakin tinggi maka akan dievakuasi," ujarnya seperti dilansir Beritasatu.com. Menurut data yang diperoleh SP, kecamatan yang terkena banjir itu antara lain, Medan Johor, Medan Baru, Medan Selayang, Medan Helvetia, Medan Maimun, dan Medan Petisah. Air juga menggenangi Kecamatan Medan Denai, Medan Tembung, Medan Sunggal.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.