BENCANA ALAM

Banjir Sentani dan 43 korban meninggal yang belum dikenali

Banjir bandang yang menerjang Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3/2019) malam hingga Minggu (17/3) tengah malam WIT, meninggalkan timbunan lumpur di sebagian wilayah kota. Pun hingga Selasa (19/3) pagi WIT, 89 orang menjadi korban jiwa.

Selain itu, ada 74 orang yang hilang dan 159 orang luka-luka. Namun, persoalan baru muncul. Bagaimana dengan nasib korban meninggal.

Hingga Rabu (20/3) pagi WIT, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal kepada Antara (h/t Warta Ekonomi) mengatakan masih ada 43 korban meninggal yang belum berhasil diidentifikasi tim forensik Polda Papua.

Kamal mengungkapkan kegagalan identifikasi lantaran tidak tidak ditemui data para korban dalam database. "Kemungkinan para korban belum melakukan pencatatan atau mengurus KTP elektronik sehingga tidak terdata," katanya.

Proses identifikasi yang belum jelas kapan selesai membuat kondisi jenazah kian buruk. Kamal pun belum tahu apakah para jenazah itu akan langsung saja dikuburkan.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinai mewacanakan penguburan segera para jenazah yang belum diidentifikasi secara massal. Klemen menjelaskan wacana ini sudah disetujui para tokoh agama.

"Kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk ditahan lagi, dan terkait ini masyarakat sudah setuju, tokoh agama juga sudah siap," kata Klemen saat meninjau lokasi banjir di Sentani, Selasa (19/3), dalam detikcom.

Soal lokasi pemakaman massal, Klemen menegaskan itu menjadi wewenang bupati Jayapura. Lokasinya pun sudah disetujui kepala suku (ondofolo) setempat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR