BENCANA ALAM

Banjir terparah melanda Konawe Utara

Foto udara menunjukkan jalan trans Sulawesi terendam banjir bandang di Kecamatan Asera, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019).
Foto udara menunjukkan jalan trans Sulawesi terendam banjir bandang di Kecamatan Asera, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). | Oheo/Jojon /Antara Foto

Tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) dilanda banjir pada awal Juni ini. Dari skala luas dan dampak, banjir terparah terjadi di Kabupaten Konawe Utara.

Sultra adalah wilayah yang "rajin" mengalami banjir. Dua pekan lalu, menurut laporan Kontributor Beritagar.id di Kendari, banjir melanda kabupaten Konawe Kepulauan.

Namun, wilayah Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Selatan rutin mengalaminya --paling tidak sekali dalam satu tahun. Bahkan, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Konawe Selatan pernah mengalami hingga tiga kali bencana banjir pada 2010.

Adapun banjir di Konawe Utara kali ini membuat nyaris seluruh wilayahnya luluh lantak. Bupati Konawe Utara, Ruksamin, pun menetapkan status tanggap darurat banjir di wilayahnya selama 14 hari sejak 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019.

Hingga Senin (10/6/2019); data BNPB mengungkapkan ada 6 kecamatan, 3 kelurahan, dan 38 desa yang terendam banjir. Bahkan 185 rumah warga hanyut, 1.235 rumah terendam banjir, dan 5.111 jiwa dari 1.420 kepala keluarga harus mengungsi.

Banjir juga merusak lahan padi seluas 970,3 hektare, kebun jagung seluas 83,5 hektare, dan lahan lainnya seluas 11 hektare. Banjir pun berdampak pada tambak perikanan seluas 420 hektare.

Fasilitas publik pun rusak akibat banjir. Misalnya yang sudah didata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara, 3 jembatan putus, 5 masjid rusak, dan 5 puskesmas tak bisa berfungsi.

Ada pula 5 bangunan SD, 3 bangunan SMP, dan 3 pasar yang terendam banjir. Yang paling parah adalah sejumlah wilayah menjadi terisolasi karena akses jalan terputus, terutama di wilayah Kecamatan Asera.

"Jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui, jembatan antara Desa Tanggulari dan Desa Tapuwatu dan jembatan antar-provinsi di Asera," kata Kepala pusat data, informasi dan humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya.

Selain Asera, ada lima kecamatan lain yang juga terendam banjir. Yakni; Andowia, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano. "Kecamatan Asera merupakan wilayah terparah dengan jumlah desa terdampak mencapai 13 desa, paling tinggi," tukas Sutopo.

Tahun lalu, banjir juga melanda kecamatan Landawe, Langgikima, Oheo, Asera, dan Andowia. Namun, jumlah rumah yang terendam "hanya" ratusan unit.

Sedangkan hingga Senin (10/9), para pengungsi sudah berada di tempat yang aman. BPBD sudah mendirikan pos komando penanganan darurat di rumah dinas bupati serta mengaktifkan jaringan komunikasi.

BPBD pun kesulitan untuk menjangkau daerah terisolasi karena aliran air yang masih deras. Peralatan mereka untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan di lapangan pun relatif tak memadai.

Personel TNI Ad dari Kodim 1417 Kendari menggendong seorang lansia korban banjir bandang untuk diangkut ke helikopter milik BNPB di Kecamatan Wiwirano, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Senin (10/6/2019).
Personel TNI Ad dari Kodim 1417 Kendari menggendong seorang lansia korban banjir bandang untuk diangkut ke helikopter milik BNPB di Kecamatan Wiwirano, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Senin (10/6/2019). | HumasKodim1417 /Antara Foto

Banjir bandang di Konawe Utara ini dipicu oleh hujan lebat selama 9 hari sejak Sabtu (1/6) hingga Minggu (9/6). Hujan deras itu membuat air sungai Lasolo meluap.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan masih akan meliputi wilayah tersebut hingga 5 hari ke depan atau pada kurun Selasa (11/6) sampai Sabtu (15/6). Hujan lebat yang akan melanda wilayah Indonesia bagian tengah dan timur itu disebabkan oleh Aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation.

Selain Konawe Utara; wilayah Sultra yang juga bakal mengalami hujan lebat adalah ibu kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Bombana, dan Buton Utara.

Persoalannya, banjir hingga kini belum surut sehingga kehadiran hujan lebat susulan akan membuat genangan tetap terjaga. Tidak heran, status tanggap darurat juga dibuat oleh Bupati Konawe meski hanya sampai Selasa (11/6).

Di Kabupaten Konawe, banjir mengakibatkan 36 orang mengungsi dan 240 orang lainnya terdampak. Banjir di Konawe pun menyebabkan jembatan Ameroro putus sehingga akses jalan ke Kolaka terhambat.

Warga menyaksikan jembatan Ameroro di Kabupaten Konawe putus diterjang banjir sehingga akses jalan trans Sulawesi menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara, terhambat, Senin (10/6/2019).
Warga menyaksikan jembatan Ameroro di Kabupaten Konawe putus diterjang banjir sehingga akses jalan trans Sulawesi menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara, terhambat, Senin (10/6/2019). | Jojon /Antara Foto
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR