SOROTAN MEDIA

Baru keluar penjara, mantan Bupati Bogor kembali jadi tersangka korupsi

Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers penetapan tersangka mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, terkait kasus dugaan korupsi, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers penetapan tersangka mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, terkait kasus dugaan korupsi, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/6/2019). | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Bupati Bogor periode 2009-2014, Rachmat Yasin sebagai tersangka dugaan korupsi, Selasa (25/6/2019).

Penetapan tersangka merupakan pengembangan perkara suap rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor Tahun 2014.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK juga menetapkan Rachmat sebagai tersangka penerimaan gratifikasi. Dalam pengembangan perkara kali ini, KPK menemukan masih ada sejumlah pemberian lain yang diduga diterima tersangka.

Tersangka Rachmat diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) senilai Rp8.931.326.223.

Selain itu, Rachmat juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta dari seorang pengusaha.

Ringkasan

  • Rachmat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
  • Sebelumnya dalam pokok perkara yang diawali tangkap tangan pada 7 Mei 2014, KPK telah memproses empat tersangka yaitu FX Yohan Yap (Swasta), Rachmat Yasin (Bupati Bogor 2009-2014), M Zairin (Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor) dan Kwee Cahyadi Kumala (Komisaris Utama PT Jonggol Asri dan Presiden Direktur PT Sentul City).
  • Rachmat baru menghirup udara segar sekitar 50 hari setelah dibebaskan dari Lapas Sukamiskin Bandung 8 Mei tahun ini, setelah menjalani vonis penjara 5,5 tahun.
  • Uang yang diterima Rachmat diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif pada 2013 dan 2014 lalu.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dan detik.com dengan 6 pemberitaan, diikuti peringkat kedua okezone.com dengan 4 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 10:00 hingga 21:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 18:00 WIB dengan total 13 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 344 interaksi, diikuti peringkat kedua liputan6.com dengan 111 interaksi. Selanjutnya kompas.com dengan 69 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR