INTERNASIONAL

Batal ke Indonesia, Putra Mahkota Arab pilih ke Pakistan

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di KTT G20, di Buenos Aires, Argentina, 30 November 2018.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di KTT G20, di Buenos Aires, Argentina, 30 November 2018. | Ballesteros /EPA-EFE

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dipastikan batal mengunjungi Indonesia awal pekan ini. Padahal, ia awalnya dijadwalkan tiba Senin sore ini dan akan bertemu Presiden Joko Widodo pada Selasa (19/2/2019).

Namun menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia, Sabtu (16/2), pertemuan yang akan juga menandatangani dua perjanjian kerja sama itu batal. Pembatalan juga bukan cuma di Indonesia, tapi di Malaysia.

Aljazeera melaporkan; MBS justru telah mendarat di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Minggu (17/2) untuk dua hari kunjungan kerja. Penerus takhta kerajaan Saudi ini mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, panglima militer Qamar Javed Bajwa, dan Presiden Arif Alvi.

MBS dan pemerintah Pakistan sempat menandatangani perjanjian investasi senilai AS $20 miliar (Rp 282,8 triliun). Dilansir dari BBC, dana tersebut ditujukan untuk membantu Pakistan yang saat ini tengah terbelit krisis keuangan.

Negara yang terletak di kawasan Asia Selatan itu saat ini hanya memiliki cadangan devisa sebesar AS $8 miliar dan sangat membutuhkan bantuan keuangan dari kalangan internasional.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, tengah mencari bantuan dari negara-negara sahabat untuk mengurangi ketergantungan dana talangan (bailout) dari International Monetary Fund (IMF). Negara ini telah menerima bailout sejak akhir 1980-an dan mendapatkan pinjaman hingga $6 miliar dari Arab Saudi.

Dengan bantuan investasi Arab tersebut, Pakistan akan memberikan kehormatan sipil tertinggi pada MBS sehari setelah kesepakatan investasi diselesaikan. Selain itu, Arab Saudi dan Pakistan juga menandatangani perjanjian sementara dan nota kesepahaman kerja sama di sektor energi, petrokimia, dan pertambangan.

"Ini adalah suatu fase besar dan pasti hubungan kami akan tumbuh setiap bulan dan tahun, dan itu akan bermanfaat bagi kedua negara," ujar MBS dilansir dari news18.

Kedatangan MBS ke Pakistan juga dibayangi meningkatnya ketegangan negara itu dengan India.

Awal pekan ini, sebuah bom bunuh diri menewaskan 44 polisi paramiliter India di wilayah sengketa Kashmir. The Independent melaporkan, pemerintah India menuduh negara musuh bebuyutannya itu mendukung militan pemberontak di Kashmir --sebuah tuduhan yang dibantah pemerintah Pakistan.

Pakistan yang kekurangan uang dan membutuhkan teman menyambut putra mahkota dengan tangan terbuka dan dengan cara yang megah, termasuk mengirim jet tempur untuk memandu pesawatnya begitu memasuki wilayah udara Pakistan.

Selama di Pakistan, MBS selalu didampingi oleh Perdana Menteri Imran Khan dan kepala militer Pakistan Qamar Javed Bajwa. Bahkan Khan secara pribadi mengemudi untuk mengantar putra mahkota ke ibu kota Islamabad.

Khan mengatakan kunjungan sang pangeran ke Pakistan bak kunjungan kawan lama. "Arab Saudi selalu menjadi teman yang hadir saat Pakistan sedang butuh pertolongan, itu sebabnya kami sangat menghargainya," kata Khan yang duduk di sebelah MBS.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas cara Anda membantu kami ketika kami berada dalam situasi yang buruk," sambungnya.

Namun, para analis menyebut kunjungan MBS ke Pakistan dianggap sebagai upaya untuk membangun kembali reputasinya setelah dituduh terlibat pembunuhan kritikus dan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi. Tahun lalu, Pakistan menyuarakan dukungannya untuk MBS ketika ia menghadapi kemarahan lantaran Khashoggi didduga kuat dibunuh oleh para agen rahasia Saudi.

Khashoggi (59) adalah warga negara Saudi. Ia seorang wartawan senior lulusan Indiana State University, Amerika Serikat. Sebagai wartawan, ia dikenal cukup vokal mengkritisi kebijakan pemerintah, hingga beberapa kali kehilangan pekerjaannya.

Banyak orang di Barat menyalahkan MBS atas pembunuhan yang memicu krisis politik terbesar kerajaan selama satu generasi. Kendati demikian, pangeran berusia 33 tahun itu membantah telah terlibat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR