KASUS E-KTP

Belajar dari kasus Setnov dan koruptor lainnya

| Antyo / Salni Setyadi / Beritagar.id

SANGKAL | Bekas Ketua DPR Setya "Setnov" Novanto termasuk alot. KPK sulit menjeratnya dalam kasus korupsi e-KTP. Setnov juga licin, selalu menyangkal, dan punya aneka jurus pengelak. Pekan ini Pengadilan Tipikor Jakarta mengganjarnya 15 tahun penjara plus denda Rp500 juta -- dengan bonus pencabutan hak politik selama lima tahun setelah kelak bebas.

Dua hal menarik dalam persidangan adalah Setnov menangis, meminta maaf kepada banyak pihak, termasuk kepada masyarakat. Di sisi lain, Setnov tak mengakui telah menerima uang 7,3 juta USD.

Soal tak mengakui itulah yang menjadi pertimbangan jaksa, dan kemudian hakim, untuk menolak permohonan Setnov menjadi justice collaborator agar hukumannya diperingan. Namun bagi Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, selama sidang Setnov telah mengakui perbuatan yang dituduhkan.

BACA JUGA