BENCANA ALAM

Belajarlah dari catatan ''Tahun Bencana''

Ringkasan kaleidoskop kebencanaan 2018 oleh BMKG
Ringkasan kaleidoskop kebencanaan 2018 oleh BMKG | Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

BNPB mencatat ada penurunan jumlah bencana dibanding 2017, tetapi jumlah korban meningkat 10 kali lipat. Pada 2018, ada 4.231 korban meninggal dunia dan hilang dari 2.426 kejadian bencana. Pada 2017, dari 2.737 bencana total korbannya 361 orang.

Di antara ribuan bencana, gempa mengguncang wilayah Indonesia sebanyak 11.577 kali pada 2018, lebih sering dibanding pada 2017, sebanyak 7.172 kali. Artinya, terjadi peningkatan aktivitas gempa yang drastis, yaitu 4.405 kejadian gempa tektonik, naik hingga lebih dari 50 persen.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, bahkan mengatakan tahun 2018 layak disebut sebagai tahun bencana. Pasalnya, jumlah korban jiwa dan kerugian yang dialami Indonesia merupakan yang tertinggi sejak 2007.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi ada lebih dari 2.500 kejadian bencana pada 2019. Bila proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan jumlah penduduk Indonesia pada 2018 mencapai 265 juta jiwa, artinya hampir seluruhnya berpotensi terdampak beragam jenis bencana.

Ini akan jadi salah satu tantangan Kepala BNPB yang baru, Doni Monardo. Perwira aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini mengaku siap bekerja dengan cepat dan maksimal. Ia berjanji segera menyusun rencana mitigasi bencana sampai ke tingkat masyarakat paling bawah. Termasuk rencana memasukkan mitigasi bencana dalam kurikulum.

Kesiapsiagaan bencana, lagi-lagi akan jadi sorotan untuk menekan jumlah korban, mengingat kejadian bencana sulit dihindari. Sementara, catatan kesiapsiagaan warga di sejumlah wilayah rawan bencana, masih mengkhawatirkan.

Anggaran penanggulangan bencana mungkin sudah dioptimalkan, tetapi untuk urusan mitigasi bencana tidak bisa dipinggirkan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR