HAJI DAN UMROH

Belanja oleh-oleh haji tak mesti di Makkah

Paket oleh-oleh khas haji berisi kurma, air zamzam, kismis, dan kacang arab dijual di kios-kios sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (28/7/2019).
Paket oleh-oleh khas haji berisi kurma, air zamzam, kismis, dan kacang arab dijual di kios-kios sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (28/7/2019). | Rommy Roosyana /Beritagar.id

Oleh-oleh menjadi yang paling ditunggu keluarga, teman, atau tetangga saat kepulangan para jamaah haji ke tanah air. Adanya pembatasan barang bawaan, membuat jamaah tak bisa membeli banyak buah tangan dari Makkah, Arab Saudi.

Meski demikian, tak perlu khawatir. Saat ini, berbagai toko perlengkapan haji dan umroh, termasuk oleh-oleh khas sana sudah banyak tersedia di penjuru Indonesia.

Oleh-oleh khas haji juga bisa ditemukan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan kualitas baik dan harga yang cukup terjangkau. Penjual oleh-oleh khas haji tersebut tersebar di berbagai blok, di antaranya blok A, B, dan F.

Selain di toko, oleh-oleh khas haji juga dijual di sejumlah kios di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Barang khas jamaah haji yang dijual sengaja mereka impor dari sejumlah negara.

"Banyaknya yang belanja buat keluarga yang pergi haji, biar enggak repot bawa jauh-jauh, berat, dari Makkah. Barangnya yang dijual di sana (Makkah) juga sama kok, bukan buatan Arab," ungkap Sansan, penjual oleh-oleh khas haji di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kepada Beritagar.id, Minggu (28/7/2019).

Dia mengungkapkan, banyak yang menjadi favorit para pembeli, di antaranya kurma, air zamzam, kismis, dan kacang arab. Untuk harga, tambahnya, bervariasi. Kurma dari Rp70 ribu hingga Rp130 ribu per kilonya. Sedangkan air zamzam harganya berkisar Rp450 ribu per lima liter.

"Selain makanan, oleh-oleh yang banyak diminati para pembeli adalah sajadah, parfum, peci, kerudung, dan tasbih. Malah ada juga yang suka mencari aksesoris," ujarnya.

Lantaran semua oleh-oleh khas haji tersedia dengan beragam harga dan kemasan, banyak jamaah haji atau umrah kini tinggal meminta bantuan saudara mereka untuk berbelanja di Tanah Abang, dan baru dibagikan saat mereka pulang.

Para pedagang di Tanah Abang bahkan menyediakan berbagai oleh-oleh khas haji dalam bentuk paket. Untuk paket makanan, dikemas dalam kotak berisi air zamzam, kismis, kurma, dan kacang arab.

"Kalau paket isi air zamzam, kismis, kurma, kacang arab per paketnya Rp15 ribu. Kadang suka ada yang minta ditambah coklat juga diisi tasbih 33 (kecil dengan untaian isi 33 butir), harganya bisa Rp20 ribu bahkan Rp25 ribu," sebut Daryo, pedagang oleh-oleh khas haji di kawasan Blok A Pasar Tanah Abang.

Para pedagang oleh-oleh khas haji berjualan dengan tenda di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, sebelum Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (28/7/2019).
Para pedagang oleh-oleh khas haji berjualan dengan tenda di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, sebelum Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (28/7/2019). | Rommy Roosyana /Beritagar.id

Sebagian besar buatan Tiongkok

Selain makanan, tasbih, kopiah, dan sajadah juga jadi favorit. Barang ini, menurut Zein, seorang pedagang di Tanah Abang, menjadi favorit lantaran dianggap sebagai "jajan awet". "Malah kalau dipakai ibadah, yang ngasih bisa kebagian pahala," jelasnya, saat ditemui Minggu (29/7).

Dia mengatakan, tasbih yang dijual para pedagang terdiri dari dua pilihan, yaitu buatan lokal dan impor. "Produk dari luar negeri itu (banyaknya) dari Tiongkok. Tasbih yang bahan batu-batu gitu. Tapi harganya enggak begitu mahal. Kalau (dari) dalam negeri yang bahan-bahan kayu," ujarnya.

Dari penelusuran Beritagar.id, oleh-oleh haji sebagian besar diimpor dari Tiongkok, Turki, bahkan Korea. Harganya bersaing dengan yang asli buatan Arab Saudi, maupun negara lain di Timur Tengah.

"Pilihan produk sajadah banyak sekali, dari mulai yang murah sampai yang mahal. Ada yang buatan Timur Tengah kayak Turki, India, dan Banglades, ada juga yang buatan China," ungkap seorang karyawan toko Oleh-oleh Haji di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurutnya, sebagian besar pembeli lebih memilih sajadah buatan Tiongkok lantaran harganya murah namun kualitasnya bagus. "Yang murah tapi berkualitas (produk Tiongkok) ini, harga per kodinya bisa lebih murah Rp100 ribu-Rp150 ribu dibanding buatan (negara) lainnya," terang dia.

Seorang penjual oleh-oleh khas haji di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang Jakarta Pusat, menunjukan kain ihram berbahan katun yang diimpor dari China, Minggu (28/7/2019).
Seorang penjual oleh-oleh khas haji di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang Jakarta Pusat, menunjukan kain ihram berbahan katun yang diimpor dari China, Minggu (28/7/2019). | Rommy Roosyana /Beritagar.id

Data BPS mengonfirmasi klaim pedagang itu. Sepanjang tahun lalu, produk Tiongkok mendominasi sajadah impor yang dijual di Indonesia. Nilainya mencapai 25.300 dolar AS, naik 100 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai impor paling besar sepanjang 2014-2018, adalah cenderamata berupa kopiah. Total nilai impornya mencapai 1,4 juta dolar AS (Rp19,6 miliar). Tasbih menyusul di posisi kedua dengan nilai impor 204,534 dolar AS, lalu sajadah 67,963 dolar AS. Selengkapnya, simak --> Artikel.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR