SOROTAN MEDIA

Belanja pemerintah belum optimal dongkrak pertumbuhan ekonomi

Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro berpose disela wawancara khusus dengan LKBN Antara tentang rencana pemindahan lokasi ibu kota di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro berpose disela wawancara khusus dengan LKBN Antara tentang rencana pemindahan lokasi ibu kota di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (30/7/2019). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Hasil riset Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan bahwa belanja pemerintah melalui kementerian dan lembaga (K/L) belum optimal meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Senin (12/8/2019) mengatakan, fenomena ini mengindikasikan adanya belanja yang belum tepat sasaran.

Saat ini, jumlah belanja pemerintah pusat dalam APBN saat ini hampir mencapai sekitar Rp2.500 triliun. Namun, besaran ini belum efektif dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Ringkasan

  • Menurut hasil kajian Bappenas, setiap peningkatan belanja kementerian sebanyak 1 persen akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,06 persen. Lalu, bila peningkatannya 11 persen, maka andil ke pertumbuhan ekonomi menjadi 0,66 persen, tetapi yang terjadi di lapangan berbeda jauh dengan penelitian Bappenas.
  • "Fakta dan realisasinya, peningkatan belanja 11 persen hanya memiliki andil 0,24 persen pada pertumbuhan ekonomi,” kata Direktur Keuangan Negara dan Analisis Moneter Bappenas, Boediastoeti Ontowirjo.
  • Menurut data Bappenas, realisasi belanja negara terus mengalami kenaikan, dari Rp1.294 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp2.269 triliun pada tahun 2018.
  • Peningkatan ini tak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang justru membentuk kurva U. Pada 2011, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,16 persen, lalu turun ke titik terendah sebesar 4,79 persen pada 2015, dan kembali naik menjadi 5,17 persen pada 2018.
  • Untuk itu, Boediastoeti mendorong peningkatan kualitas belanja negara, salah satunya melalui peningkatan belanja sektor produktif seperti belanja barang.
  • Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah seharusnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebanyak 0,42 persen hanya dengan tambahan dana sekitar Rp80 triliun dari total anggaran belanja K/L yang biasa mencapai Rp800-900 triliun.
  • Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Bambang Prijambodo mengatakan, APBN sejak 15 tahun lalu hingga saat ini sudah meningkat lima kali lipat. Namun, Pertumbuhan Ekonomi rata-rata masih stagnan di kisaran 5-6 persen, serta kemiskinan dan ketimpangan pun masih terjadi.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh liputan6.com dengan 5 pemberitaan, diikuti peringkat kedua tempo.co dengan 3 pemberitaan. selanjutnya republika.co.id dengan 2 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 04:00 hingga 18:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 17:00 WIB dengan total 5 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh nu.or.id dengan 2710 interaksi, diikuti peringkat kedua liputan6.com dengan 51 interaksi. Selanjutnya sindonews.com dengan 3 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR