Beli ponsel Rp13 juta, kena bea jadi Rp15,85 juta

Beli ponsel di luar negeri, dibawa pulang naik pesawat, lalu sampai Bandara Soekarno-Hatta di Banten dianggap barang impor? Ya. Memang begitu menurut hukum.

Peraturan Menteri Keuangan No.188/Pmk.04/2010, dalam Pasal 2, menyebutkan barang pribadi penumpang termasuk barang impor. Begitu pun, apalagi, terhadap barang dagangan.

Pekan ini beredar video di media sosial tentang pemungutan bea dan pajak di bandara. Video tersebut dari tayangan Net. TV yang diunggahkan ke YouTube tahun lalu (2/7/2016).

Custom Protection - Tas Mahal Dari Luar Negeri /Netmediatama

Sebagai barang impor, bawaan penumpang dari luar negeri ada yang dikenai bea dan pajak, bahkan cukai, dan ada pula yang tidak. Ringkasannya ada dalam infografik bagian bawah.

Lalu tentang ponsel tadi, itu hanyalah pengandaian dengan cara gampang. Asumsi mudah pertama: kurs 1 USD dianggap setara Rp13.000.

Kemudian asumsi gampangan kedua: penumpang yang membawa ponsel baru tersebut memiliki NPWP -- kalau punya NPWP akan dapat diskon Pajak Penghasilan (Pph), tak bayar 15 persen tapi 7,5 persen.

Dan terakhir, asumsi santai ketiga: ponsel masih dalam kemasan.

Maka perhitungan ponsel baru bawaan penumpang itu adalah...

Menghitung harga ponsel

  • Harga ponsel entah cap apa di Amerika Serikat adalah 1.000 USD
  • Batas barang pribadi kena bea adalah 250 USD ke atas
  • Sehingga Bea Cukai (BC) menghitung harga ponsel itu 1.000 USD - 250 USD = 750 USD

Penghitungan nilai pabean (NP)

  • Harga ponsel setelah dikurangi pembebasan bea adalah 750 USD
  • Dengan asumsi 1 USD = Rp13.000, maka nilai pabean (NP) ponsel adalah Rp9.750.000

Penghitungan bea masuk (BM)

  • Rumusnya adalah 10 persen dari NP
  • Maka bea masuknya adalah 10% x Rp9.750.000 = BM = Rp975.000

Penghitungan nilai impor (NI)

  • Rumusnya adalah NP ditambah BM
  • Jika NP adalah Rp9.750.000, dan BM adalah Rp975.000...
  • NI = Rp9.750.000 + Rp975.000 = Rp10.725.000

Menghitung pajak dalam rangka impor (PDRI)

  • Rumusnya adalah pajak pertambahan nilai (PPN) ditambah Pph
  • Jika PPN 10 persen, perhitungannya adalah 10% x Rp10.725.000 = Rp1.072.500
  • Jika Pph Pasal 22 hanya 7,5 persen (bukan15 persen), perhitungannya adalah 7,5% x Rp10.725.000 = Rp804.375
  • Maka PDRI = PPN + PPh = Rp1.072.500 + Rp804.375 = Rp 1.876.875

Dari serangkaian penghitungan tadi, jumlah yang harus dibayar si penumpang yang membawa ponsel baru itu adalah...

  • Bea Masuk (BM) ditambah PDRI
  • Jika BM adalah Rp975.000, dan PDRI adalah Rp1.876.875...
  • Hasil akhirnya adalah BM + PDRI = Rp975.000 + Rp 1.876.875 = Rp 2.851.875

Kesimpulan: beli ponsel seharga Rp13 juta, begitu sampai bandara kena pungut Rp2,85 juta. Bagi si penumpang, ponselnya menjadi berharga Rp15,85 juta.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR