PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Belum direstui, pembangunan Bandara Bali Utara tak berlanjut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) saat meninjau Bandara Banyuwangi, di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/3/2018).  Luhut menyebut Bandara Bali Utara batal dibangun dan lebih memilih membuka jalur kapal roro  dari Banyuwangi.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) saat meninjau Bandara Banyuwangi, di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/3/2018). Luhut menyebut Bandara Bali Utara batal dibangun dan lebih memilih membuka jalur kapal roro dari Banyuwangi. | Budi Candra Setya /Antara Foto

Pemerintah Pusat membatalkan rencana megaproyek bandar udara (Bandara) Bali Utara.Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, ada beberapa alasan mengapa pemerintah enggan melaksanakan pembangunan bandara yang diinisasi oleh PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti itu.

Pertama, sulitnya membangun akses kereta api. "Tidak elok membuat kereta api lingkar Bali, tapi jalan memotong gunung dan tol," ujarnya di Komplek Istana Negara, Luhut kepada awak media di komplek Istana Presiden, Jakarta, Jumat (2/3/2018) seperti dikutip dari Kontan.co.id.

Kedua, pemerintah lebih memilih Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali Selatan diperkuat. Area pesawat yang sudah ada di bandara itu diperbanyak.

Sebagai salah satu antisipasi makin banyaknya arus wisata ke Bali, pemerintah akan membangun jalur kapal roro dari Banyuwangi, Jawa Timur ke Bali Utara. Penjelasan Luhut ini berdasar rekomendasi studi dari World Bank.

Keputusan Pemerintah Pusat ini mengagetkan Gubernur Bali dan investor. Usulan pembanguna bandara itu datang dari PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, perusahaan lokal yang mendapat sokongan dana dari investor asal Kanada.

Tulus Pranowo, Direktur Operasional PT BIBU mengatakan belum mengetahui hasil studi yang disebut Luhut. Menurut Tulus, pihaknya masih menunggu hasil penetapan lokasi dari proposal yang telah diajukan perusahaan.

"Kami merasa belum atau tidak batal. Lha wong kami tahu, kami kan sampaikan proposalnya formal," katanya kepada detikFinance lewat pesan singkat saat dihubungi, Sabtu (3/3/2018).

Menurut Tulus, Bali butuh bandara tambahan mengingat kapasitas satu-satunya bandara di Bali terbatas. Tulus berharap pembangunan bandara nanti didukung pemerintah lewat pembangunan infrastruktur akses.

PT BIBU Panji Sakti rencananya akan membangun bandara dengan panjang runway 4.100 meter. Luas terminal dirancang 230.000 meter persegi dan mampu menampung 32 juta penumpang per tahun. Total area dirancang 1.400 hektare. Terdiri dari 264 hektare di darat sedangkan 1.136 hektaredi lahan reklamasi.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika kaget dan mengaku belum tahu pembatalan ini. "Saya belum tahu ini apakah betul-betul dibatalkan atau tidak, Nanti saya akan bicara dengan beliau (Luhut) dulu. Saya juga perlu mencari penjelasan," ujar Pastika usai di Kantor DPRD Bali, Denpasar, Sabtu (3/2/2018) seperti dikutip dari Tribun Bali.

Pastika mengatakan, pembangunan bandara internasional di Bali Utara merupakan mimpi dari masyarakat Bali, dan ia merasa bingung jika pembangunannya dihentikan oleh Kemenko Kemaritiman.

"Waduh kacau itu, saya akan cek lagi apakah betul begitu. Karena itu kan mimpi kita dari zaman dahulu, tiba-tiba disetop, saya kira repot ini," katanya.

Kementerian Perhubungan menyatakan, belum menghentikan rencana pembangunan, tapi juga belum memberikan persetujuan untuk pembangunan bandara di Bali Utara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya perlu melakukan studi untuk menimbang kelayakan bandara di Bali Utara sebelum memberikan restu pembangunan bandara yang diperkirakan menelan investasi hingga US$2 miliar tersebut.

"Secara umum memang ada studi yang kami lakukan, idealnya seperti apa. Indikasi awalnya, kami akan mendayagunakan bandara yang sudah ada [Bandara Ngurah Rai]," kata dia, di Jakarta, pada Minggu (4/3/2018) seperti dikutip dari Bisnis.com.

Budi Karya menambahkan studi tersebut akan dilakukan sendiri oleh Kemenhub. Oleh karena itu, rencana pembangunan bandara di Bali Utara belum bisa dilanjutkan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR