PRIVASI DATA

Benarkah FaceApp mencuri data pengguna

Tangkapan layar situs FaceApp.
Tangkapan layar situs FaceApp. | FaceApp /FaceApp

Menua jadi gaya berkat aplikasi FaceApp. Aplikasi ini kembali viral di media sosial.

Masalahnya, FaceApp punya celah yang memungkinkan pengembang aplikasi mengakses data pribadi penggunanya. Benarkah mereka mencuri data pengguna?

Popularitas FaceApp tak hanya bisa dilihat dari banyaknya selebritas yang menjajal aplikasi ini. Mulai dari Drake sampai Agnez Mo.

Aplikasi berumur dua tahun ini telah diunduh oleh lebih dari 100 juta orang di Google Play. Kini, FaceApp juga masuk daftar paling populer di App Store iOS di 121 negara.

Seperti halnya aplikasi lain, isu privasi kembali jadi sorotan. Aplikasi buatan Rusia ini disebut-sebut mencuri data pengguna.

Sampai-sampai, Senator Amerika Serikat, Chuck Schumer meminta FBI melakukan investigasi atas kemungkinan ancaman keamanan nasional dan risiko pelanggaran privasi yang ditimbulkan aplikasi ini.

Kepada The Guardian, periset keamanan Prancis dengan pseudonim Elliot Alderson mengungkap temuannya tentang aplikasi yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, FaceApp tidak mengambil seluruh foto yang ada di ponsel pengguna. Hanya foto yang dimodifikasi saja.

Alderson juga tak menemukan bukti bahwa aplikasi ini mencuri data pengguna. Yang diambil hanya ID ponsel dan jenis ponsel, seperti halnya banyak aplikasi lain.

TechCrunch melaporkan temuan yang sama. Hanya saja, karena desain tampilan antar-muka FaceApp secara spesifik memilih foto satu per satu untuk diunggah dan dimodifikasi, aplikasi ini punya akses semua foto yang telah disunting pengguna.

Bahkan jika pengguna sudah mengubah pengaturan ponsel untuk tidak membagi foto. Jadi walau FaceApp tidak punya akses ke kumpulan foto di ponsel pengguna, mereka menyimpan foto-foto yang dipakai pengguna di aplikasi ke awan digital, alih-alih memprosesnya di ponsel seperti aplikasi lain.

Hipotesis Alderson, aplikasi ini menimbulkan kegaduhan karena ketakutan akan Rusia. Pengembang aplikasi ini, Wireless Labs berasal dari St. Petersburg, Rusia.

FaceApp merespons. Mereka membantah melakukan pelanggaran data dan privasi.

Mereka hanya mengunggah foto yang dipilih pengguna untuk dimodifikasi, tidak memindah foto lain dari ponsel ke awan.

Akan tetapi, FaceApp menyatakan mungkin menyimpan foto yang diunggah di awan dengan alasan kinerja dan kemudahan pengguna. Pun, sebagian besar foto dihapus dari server dalam waktu 48 jam sejak tanggal pengunggahan.

Selain itu, mereka menerima permintaan dari pengguna untuk menghapus semua data pengguna dari servernya. Caranya, dari aplikasi FaceApp masuk ke "Settings->Support->Report a bug" dengan subjek privasi.

FaceApp juga menyatakan tidak menjual atau berbagi data pengguna dengan pihak ketiga mana pun. Terakhir, meskipun tim riset dan pengembangan inti berlokasi di Rusia, data pengguna tidak ditransfer ke Rusia.

Walau begitu, perlu diingat menurut ketentuan layanan FaceApp, pengguna memberi aplikasi ini izin yang "abadi, tidak dapat dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, di seluruh dunia" untuk melakukan apa pun dengan foto pengguna.

Mungkin ini terdengar mengerikan. Tapi pada dasarnya sama dengan kebijakan privasi setiap layanan dan platform teknologi lain.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR