RINGKASAN SEPEKAN

Benny Wenda, Tri Susanti, dan Menteri Susi dalam sorotan

Perkembangan kasus unjuk rasa di Papua dan Papua Barat, konflik Menteri Susi dengan Gubernur Maluku, dan Capim KPK jadi kabar populer Beritagar.id sepanjang pekan lalu.
Perkembangan kasus unjuk rasa di Papua dan Papua Barat, konflik Menteri Susi dengan Gubernur Maluku, dan Capim KPK jadi kabar populer Beritagar.id sepanjang pekan lalu. | Robotorial /Antara Foto, Beritagar.id

Kabar terbaru terkait kerusuhan di Provinsi Papua dan Papua Barat menarik perhatian pembaca Beritagar.id sepanjang pekan lalu (1-6/9/2019). Kapolri Tito Karnavian menyatakan tokoh separatis Benny Wenda sebagai dalang kerusuhan.

Sementara itu Tri Susanti, tersangka kasus rasisme dan ujaran kebencian terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, resmi ditahan Polda Jawa Timur. Lantas Polda Metro Jakarta Raya menetapkan dua pengibar bendera Bintang Kejora jadi tersangka Makar.

Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti menjawab tantangan perang Gubernur Maluku dengan mengirim utusannya ke Ambon. Kemudian

Berikut adalah ringkasan 5 berita populer dalam sepekan (1-6/9/2019) :

Pengibar bendera Bintang Kejora jadi tersangka makar

Polisi menggiring salah satu tersangka kasus unjuk rasa Papua ketika olah TKP di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). Polda Papua menetapkan 28 tersangka dalam kasus demo anarkis disertai perusakan, pembakaran, dan penjarahan di sejumlah wilayah Kota Jayapura.
Polisi menggiring salah satu tersangka kasus unjuk rasa Papua ketika olah TKP di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). Polda Papua menetapkan 28 tersangka dalam kasus demo anarkis disertai perusakan, pembakaran, dan penjarahan di sejumlah wilayah Kota Jayapura. | Zabur Karuru /ANTARA FOTO

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang pengibar bendera Bintang Kejora, Anes Tabuni (AT) dan Charles Kossay (CK), sebagai tersangka makar. Polisi juga menyeret enam nama lainnya dalam kasus yang sama termasuk juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, Surya Anta Ginting.

“Ada 8 orang yang kita amankan dari tempat berbeda-beda, Ada yang di asrama, ada juga yang sedang unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya. (Status mereka) tersangka,” kata kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, seperti laporan detikcom, Minggu (1/9/2019).

Pada saat unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (28/8), AT bertugas sebagai koordinator lapangan aksi, termasuk menyiapkan bendera. CT bertugas menggerakkan massa dari Jakarta Timur. Sementara, enam lainnya merupakan pengunjuk rasa.

Baca selengkapnya di sini.

PHK Krakatau Steel, rasisme di Surabaya, dan kabar populer lainnya

Calon ibu kota baru, PHK ribuan karyawan PT Krakatau Steel, rasisme di Surabaya, dan kabar populer lainnya (25-30/8/2019).
Calon ibu kota baru, PHK ribuan karyawan PT Krakatau Steel, rasisme di Surabaya, dan kabar populer lainnya (25-30/8/2019). | Robotorial /Antara Foto, Beritagar.id

Calon ibu kota baru, pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan PT Krakatau Steel, dan rasisme di Surabaya yang memantik unjuk rasa serta kerusuhan di Papua, menjadi berita paling diperhatikan pembaca Beritagar.id sepanjang pekan lalu (25-30/8/2019).

Lalu ada Ahok yang menjadi pusat perhatian pada acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta, peringatan polisi agar tak merekam Operasi Patuh, dan nasib Jakarta jika ibu kota jadi dipindah.

Berikut adalah ringkasan 6 berita populer dalam sepekan:PT Krakatau Steel PHK ribuan pegawainya Pekerja memotong lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, Kamis (7/2/2019).

Baca selengkapnya di sini.

Kapolri yakin Benny Wenda ada di balik rusuh Papua

Warga membersihkan sisa kebakaran di halaman rumahnya yang hangus terbakar di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019).
Warga membersihkan sisa kebakaran di halaman rumahnya yang hangus terbakar di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). | Zabur Karuru /AntaraFoto

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian menyimpulkan Benny Wenda sebagai terduga dalang di balik kerusuhan di dalam serta luar Papua dan Papua Barat.

Benny, tokoh separatis yang memimpin gerakan The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat itu turut diklaim sebagai penggerak dari aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Dari keterangan Tito di Jayapura, Papua, Kamis (5/9/2019), upaya Benny menggiring massa adalah dengan memproduksi dan menyebarkan kabar hoaks bernada propaganda.

Baca selengkapnya di sini.

Ditantang perang, Susi kirim utusan ke Ambon

TANGGAP | Foto arsip: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10/2018).
TANGGAP | Foto arsip: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10/2018). | Wahyu Putro A. /Antara Foto

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan mengirimkan utusan ke Ambon, Maluku, untuk menemui Gubernur Maluku Murad Ismail.

Pekan lalu di Ambon Murad menyatakan perang kepada Susi. Alasan Murad, provinsi dirugikan oleh moratorium operasi kapal asing.

Utusan dari KKP antara lain berisikan dua dirjen, dari Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Ditjen Perikanan Tangkap. Demikian menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Romelus Far-Fa di Ambon, kemarin (4/9/2019).

Baca selengkapnya di sini.

Tri Susanti ditahan untuk sementara waktu

Tersangka kasus dugaan rasialisme, ujaran kebencian, dan hoaks, Tri Susanti, memberi keterangan kepada para jurnslis di Markas Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/9/2019).
Tersangka kasus dugaan rasialisme, ujaran kebencian, dan hoaks, Tri Susanti, memberi keterangan kepada para jurnslis di Markas Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/9/2019). | Tangkapan layar /Berita Satu TV

Tersangka kasus dugaan rasialisme, ujaran kebencian, dan hoaks di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Tri Susanti alias Susi, resmi ditahan Polda Jatim. Penahanan Susi dilakukan polisi setelah melakukan pemeriksaan selama 12 jam sejak siang hari di Markas Polda Jatim di Surabaya pada Senin (2/9/2019).

Kuasa hukum Susi, Sahid, menjelaskan kliennya mendapat 37 pertanyaan. Semuanya soal pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya hingga urusan isu perusakan bendera merah putih.

"Pertanyaanya seputar tanggal 14 (14 Agustus 2019), hingga kejadian di Asrama Papua. Dan juga terkait bendera merah putih yang patah," jelas Sahid dalam Suara.com, Selasa (3/9) dini hari.

Baca selengkapnya di sini.

Rekam jejak dengan catatan empat capim KPK

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membentangkan spanduk ketika melakukan aksi saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/9/2019).
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membentangkan spanduk ketika melakukan aksi saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/9/2019). | Hafidz Mubarak A /AntaraFoto

Sepuluh nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) sudah ada di tangan Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Yenti Ganarsih, ketua Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK, mengklaim kesepuluhnya dipilih berdasarkan penilaian dari seluruh rangkaian seleksi pencalonan berikut dengan beragam pertimbangan dari seluruh pihak.

“Tidak ada yang tidak ada catatan, semua ada catatan. Kemudian kita pelajari, kita nilai, kita pertimbangkan dari berbagai aspek dan inilah hasilnya,” kata Yenti, usai penyerahan 10 nama di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Namun berdasarkan penelusuran Beritagar.id, ada empat Capim KPK yang memiliki rekam jejak mengkhawatirkan pun catatan khusus ketika seleksi wawancara dan uji publik.

Baca selengkapnya di sini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR