KUALITAS HIDUP

Beol sembarangan? Jakut enam kalinya Jaktim

Ada 400 ribu orang lebih di DKI masih berak sembarangan. Paling tinggi di Jakpus, paling sedikit di Kepulauan Seribu. Ya terpaksa, ya telanjur.
Ada 400 ribu orang lebih di DKI masih berak sembarangan. Paling tinggi di Jakpus, paling sedikit di Kepulauan Seribu. Ya terpaksa, ya telanjur. | Antyo® /Beritagar.id

Jika menilik persentase, warga di Jakarta Utara yang buang air besar sembarangan (BABS) cuma 12,2 persen. Artinya lebih besar dari BABS di Jakarta Timur yang 1,39 persen. Satuan warga — tepatnya keluarga — yang dijadikan hitungan adalah kepala keluarga (KK).

Akan tetapi warga yang BABS di Jakut mencapai 52.249 KK. Sedangkan di Jaktim kaum yang pup sesuka hati mencakup 8.494 KK. Memang sih, menurut data terakhir (2015) penduduk Jaktim lebih banyak daripada Jakut, 2,84 juta jiwa berbanding 1,74 juta jiwa.

Kembali ke BABS, data Dinas Kesehatan DKI, yang dikemas oleh Jakarta Berketahanan, menunjukkan jumlah KK tersedikit BABS adalah Kepulauan Seribu: hanya 236 KK. Lembaga ini dipimpin oleh Oswar M. Mungkasa, deputi gubernur DKI Jakarta bidang tata ruang dan lingkungan hidup.

Maka total di Jakarta, menurut data Januari 2019, total warga yang masih BABS mencapai 115.185 KK. Misalkan rerata KK berisi 3,5 jiwa, berarti ada 403.147 orang yang boker bebas merdeka.

Perihal aneka sisi Jakarta dalam usianya ke-492 tahun, yang hari jadinya 22 Juni lalu, dengan slogan "Wajah Baru", sila simak artikel Beritagar.id, "Jakarta 492 tahun kemudian, masih susah sinyal".

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR