SOROTAN MEDIA

BI beri sinyal turunkan lagi suku bunga acuan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tengah) berbincang bersama Senior Deputi BI Mirza Adityaswara (kedua kanan) dan jajaran Deputi BI  Sugeng (kanan), Erwin Rijanto (kedua kiri) serta Dody Budi Waluyo (kiri) sebelum mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di gedung BI, Jakarta, Kamis (18/7/2019).
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tengah) berbincang bersama Senior Deputi BI Mirza Adityaswara (kedua kanan) dan jajaran Deputi BI Sugeng (kanan), Erwin Rijanto (kedua kiri) serta Dody Budi Waluyo (kiri) sebelum mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di gedung BI, Jakarta, Kamis (18/7/2019). | Muhammad Adimaja /Antara Foto

Bank Indonesia (BI) memberi sinyal akan menurunkan kembali suku bungan acuan BI 7-Day (Reserve) Repo Rate. Bulan lalu BI telah menurunkannya sebesar 25 basis poin (bps), dari 6 persen menjadi 5,75 persen.

Meski demikian, belum dipastikan kapan kebijakan ini akan diterapkan. Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok yang masih berlanjut, membuat BI mesti hati-hati dalam mengambil langkah dan mempertimbangkan risiko ke depannya.

"Apakah masih ada room (penurunan suku bunga) lagi, kita masih akan liat lagi ke depan. Pak Gubernur (Gubernur BI Perry Warjiyo) telah katakan room ada, jadi tinggal timingnya," ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Ringkasan

  • Bank Indonesia (BI) kembali memberikan sinyal akan kembali menurunkan suku bunga acuannya.
  • Keputusan ini menyesuaikan dengan ketidakpastian perekonomian global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di domestik.
  • Namun, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral perlu waktu yang tepat.
  • Pasalnya kebijakan tersebut harus melihat faktor eskternal yakni perang dagang Amerika Serikat dan China yang masih berlanjut.
  • Dody Budi Waluyo melanjutkan, resiko penurunan suku bunga lebih condong pada kondisi global. Namun, BI akan berusaha memberi kebijakan yang mendorong sektor prioritas agar ekonomi inklusif Indonesia bisa tumbuh.
  • Penurunan suku bunga jadi salah satu kebijakannya. Dengan kata lain, ketika suku bunga turun, maka suku bunga kredit juga akan tumbuh dan bisa mendorong masyarakat untuk melakukan kredit bagi usaha mereka.
  • Rata-rata bunga kredit pada akhir Juni 2019 tercatat sebesar 10,73 persen, turun 3 bps dibanding bulan sebelumnya.
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla mendesak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk menurunkan lagi suku bunga acuan untuk mendorong investasi daripada meningkatkan kapital portofolio.
  • JK menjelaskan apabila tingkat suku bunga tinggi, maka masyarakat akan lebih tertarik untuk menyimpan uangnya di bank; sementara jika suku bunga rendah, maka itu dapat mendorong tingginya investasi.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh neraca.co.id dan cnbcindonesia.com dengan 2 pemberitaan, diikuti peringkat kedua okezone.com dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 04:00 hingga 14:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 12:00 WIB dengan total 3 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh katadata.co.id dengan 4 interaksi, diikuti peringkat kedua okezone.com dengan 2 interaksi. Selanjutnya antaranews.com dengan 1 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR